Nasional Internasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Peristiwa Olahraga Wisata-Kuliner Ekonomi-Bisnis Opini Pendidikan Politik Sosok

Nyala Dupa di Kelenteng Eng An Kiong, Doa agar Malang Baik-Baik Saja

Mahmudan • 2026-02-18 10:09:43
PANJATKAN DOA: Salah satu warga Tionghoa, Verena menancapkan dupa sesaat setelah berdoa di Kelenteng Eng An Kiong kemarin (17/2). Dia bersama ratusan umat sembahyang untuk memperingati Hari Raya Imlek
PANJATKAN DOA: Salah satu warga Tionghoa, Verena menancapkan dupa sesaat setelah berdoa di Kelenteng Eng An Kiong kemarin (17/2). Dia bersama ratusan umat sembahyang untuk memperingati Hari Raya Imlek

MALANG KOTA – Sebanyak 100 umat Tridharma menjalani sembahyang di Kelenteng Eng An Kiong kemarin (17/2). Sembahyang yang diawali menyalakan dupa itu dalam rangka memperingati Hari Raya Imlek 2577 Kongzili.

Salah satu Humas Kelenteng En An Kiong, David Kurniawan menjelaskan, pihaknya bersyukur bisa melewati tahun baru dengan baik. "Kami juga berharap Indonesia berkembang menjadi negara yang aman dan tenteram, termasuk Kota Malang," jelas David seusai sembahyang.

Terkait makna Imlek, David menyampaikan, tahun ini menjadi tahun kuda api. Tahun kuda api terjadi setiap 60 tahun sekali. Artinya, sekarang merupakan siklus dari tahun 1966.

RANGKAIAN IMLEK: Para model memeragakan busana setelah pertunjukan barongsai di Kelenteng Eng An Kiong kemarin.
RANGKAIAN IMLEK: Para model memeragakan busana setelah pertunjukan barongsai di Kelenteng Eng An Kiong kemarin.

Pada tahun kuda api, dia melanjutkan, terdapat unsur yang sangat kuat yakni api kembar atau double fire. Berkaca pada 1966, banyak momentum yang menjadi titik balik sejarah Indonesia. Di antaranya transisi Orde Lama ke Orde Baru. Lalu peristiwa penting lainnya seperti Supersemar dan pembubaran PKI.

David berharap peristiwa-peristiwa krusial seperti 1966 tidak terulang kembali. "Untuk itu, kami berharap Indonesia, termasuk Malang, akan selalu baik-baik saja. Yang perlu dijaga adalah emosi, sehingga tidak semakin sensitif," tegas David.

Setelah sembahyang, ada penampilan barongsai di kelenteng. Penampilan barongsai untuk menyemarakkan suasana Imlek tidak hanya terjadi di kelenteng. Tapi juga di pusat perbelanjaan seperti Malang Town Square (Matos).

Marcomm Manager Matos Sasmita Rahayu mengatakan, penampilan barongsai tidak hanya dilakukan di satu area. "Berkeliling mulai dari Sky Garden yang ada di rooftop Matos hingga lantai paling bawah," terang dia.

Selain penampilan barongsai, ada beberapa kegiatan lain yang digelar di Matos. Di antaranya penampilan leang leong, wushu show, dance dari Universitas Negeri Malang (UM) dan AFE, fashion show, musik, hingga kompetisi fashion. Yang menikmati pun tidak hanya pengunjung. Namun juga beberapa pihak yang diundang seperti dari SD Santa Maria dan SD Sang Timur.

Gelaran Imlek di Kota Malang kemarin juga dipantau oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto. Nanang berkeliling ke beberapa daerah seperti Surabaya dan Malang untuk meninjau pelaksanaan Imlek.

"Para kapolres turut melaksanakan pengamanan. Kami berupaya sebaik-baiknya agar setiap pelaksanaan hari besar, termasuk Imlek bisa berjalan aman," tegas jenderal polisi dengan dua bintang di pundaknya itu.

Terlebih lagi setelah Imlek langsung dilanjutkan dengan Ramadan. Nanang menambahkan, pada momentum Imlek di Kota Malang, pihaknya menyiagakan sekitar 125 personel. Demikian pula di daerah-daerah lain yang sudah ditata oleh masing-masing Kapolres. (mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#Matos #kelenteng eng an kiong #Hari Raya Imlek #malang