Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Harga Rawit di Kota Malang Bikin Dompet Menjerit

Mahmudan • Rabu, 18 Februari 2026 | 10:15 WIB
MERANGKAK NAIK: Pedagang cabai rawit di Pasar Induk Gadang (PIG) melayani pelanggannya kemarin (17/2).
MERANGKAK NAIK: Pedagang cabai rawit di Pasar Induk Gadang (PIG) melayani pelanggannya kemarin (17/2).

MALANG KOTA – Menjelang Ramadan, bukan hanya lidah yang merasakan pedasnya cabai rawit. Namun dompet masyarakat juga menjerit karena kenaikan harganya sudah selangit. Tingginya harga cabai rawit terlihat di sejumlah pasar tradisional. Pekan lalu, harga cabai rawit masih berkisar Rp 90 ribu per kilogram, kini menyentuh hingga Rp 100 ribu.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Luh Putu Eka Wilantari mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan harga di sejumlah pasar tradisional. Per 16 Februari lalu sudah menembus di angka Rp100 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ini dipicu meningkatnya permintaan jelang Ramadhan. Selain itu, juga dipicu faktor cuaca yang berimbas hasil panen tak maksimal. “Kenaikan harga cabai karena pasokan dari distributor berkurang," ujarnya kemarin.

Sebagai wilayah perkotaan, dia mengatakan, produksi cabai Kota Malang tidak bisa mencukupi kebutuhan masyarakat. Sehingga pasokan berasal dari Kabupaten Malang, Kediri, Blitar, dan Lumajang. "Pasokan berkurang karena terpengaruh cuaca musim hujan sejak akhir 2025 lalu dan serangan hama. Akibatnya hasil panen menurun," jelas Eka.

Meski harga terus meningkat, Eka memastikan tidak terjadi kelangkaan cabai di pasar. Ke depan, diskopindag menyiapkan langkah antisipatif berupa intervensi pasar apabila kondisi terus memburuk. Yakni dengan menggelar warung tekan inflasi. "Kami juga memantau harga telur dan daging ayam,” imbuhnya.

Salah satu pedagang di Pasar Besar Malang, Suhema mengatakan, kenaikan cabai rawit terjadi sejak sepekan terakhir. Cabai rawit kecil mencapai Rp 90 ribu per kilogram. "Kalau cabai yang besar Rp 30 ribu per kilogram," ungkapnya.

Menurut Suhema, lonjakan harga dipicu musim hujan yang menyebabkan banyak petani gagal panen. Di sisi lain, permintaan meningkat karena mendekati bulan puasa. “Barangnya sedikit tapi permintaannya banyak. Apalagi mau puasa, biasanya memang selalu naik menjelang Ramadan,” katanya.

Tak hanya cabai, dia melanjutkan, sejumlah bahan pokok lain juga mengalami kenaikan. Harga bawang merah naik dari sebelumnya Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Sementara bawang putih masih stabil di kisaran Rp 35 ribu per kilogram. Harga telur juga dilaporkan merangkak naik. (adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#menjelang ramadan #harga cabai rawit #Diskopindag #malang