Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dana Pihak Ketiga Wilayah Otoritas Jasa Keuangan Malang Capai Rp 105,23 T

Aditya Novrian • Kamis, 19 Februari 2026 | 11:30 WIB
Ilustrasi Dana Uang
Ilustrasi Dana Uang

MALANG KOTA - Dana masyarakat yang dihimpun perbankan di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga November 2025, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp 105,23 triliun atau tumbuh 4,05 persen secara tahunan (year-on-year) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara bulanan (month-to-month), DPK juga mengalami kenaikan tipis sebesar 0,01 persen. Pada Oktober 2025, total DPK tercatat Rp 105,22 triliun. Artinya, terjadi penambahan sekitar Rp 10 miliar dalam satu bulan. Dana tersebut dihimpun melalui produk giro, tabungan, dan deposito yang masih menjadi pilihan utama masyarakat.

Kepala OJK Malang Farid Faletehan mengatakan kontribusi terbesar DPK masih berasal dari bank umum konvensional (BUK) sebesar Rp 96,33 triliun atau naik 3,65 persen secara tahunan. ”Untuk penyumbang DPK terbesar tetap dari BUK sebesar Rp 96,33 triliun dan terhitung naik 3,65 persen secara tahunan,” ujarnya.

KOMPOSISI PENGHIMPUNAN DANA PIHAK KETIGA
KOMPOSISI PENGHIMPUNAN DANA PIHAK KETIGA

Farid menjelaskan, pihaknya saat ini baru memiliki data penghimpunan DPK hingga November 2025. Data Desember 2025 dan Januari 2026 masih dalam proses perhitungan karena perbankan tengah melakukan penutupan buku tahunan.

Menurut dia, peningkatan DPK menjadi indikator positif bagi kondisi keuangan masyarakat di wilayah kerja OJK Malang. DPK berperan sebagai sumber utama penyaluran kredit, penentu likuiditas perbankan, sekaligus cerminan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan. Jika tren kenaikan ini berlanjut, stabilitas ekonomi daerah dinilai tetap terjaga.

Pertumbuhan dana simpanan tersebut juga diikuti peningkatan penyaluran kredit. Hingga November 2025, total kredit yang disalurkan mencapai Rp 29,91 triliun atau naik 27,43 persen secara tahunan. ”Kredit itu aset produktif terbesar untuk perbankan, kalau penyalurannya meningkat artinya perekonomian daerah berjalan dengan baik,” lanjut Farid.

Berdasarkan komposisinya, penyaluran kredit di Kota Malang didominasi kredit modal kerja sebesar 42,69 persen. Selanjutnya kredit konsumsi 39,75 persen dan kredit investasi 17,56 persen. Dominasi kredit modal kerja menunjukkan optimisme pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis di daerah. (aff/adn)

Editor : A. Nugroho
#DPK #buk #malang #OJK