MALANG KOTA – Aksi balap liar kembali meresahkan warga Kota Malang. Kemarin (21/2) dini hari, puluhan warga di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Lowokwaru menegur dan membubarkan aksi balap liar. Nyaris bentrok dan motor salah satu pelaku balap liar dirusak, kemudian dibuang ke sungai.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, aksi balap liar di Jalan Soekarno-Hatta juga terendus petugas. Aparat dari Polsek Lowokwaru tiba di lokasi sekitar pukul 03.00 dini hari. Mereka langsung melerai warga maupun pelaku balap liar yang hampir bentrok.
Baca Juga: Balap Liar, Kejar-kejaran dengan Polisi, 14 Remaja Tertangkap di Malang
“Warga yang mengamuk sudah kami minta tenang. Pelaku balap liar sudah kabur,” ujar Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hartanto.
Pihaknya masih mencari pemilik sepeda motor yang dirusak warga tersebut. Hingga kemarin (21/2) posisi sepeda motor masih di dalam sungai karena sulit evakuasi. Sebab kedalaman sungai yang membahayakan.
Sejak awal Ramadan, para remaja lebih sering melakukan aksi balap liar lebih. Terutama di jalan dengan aspal mulus seperti Jalan Soekarno Hatta, Jalan Veteran, dan Jalan Bandung. Namun pihak kepolisian masih sebatas mengintensifkan patroli blue light tanpa menangkap pelaku.
Baca Juga: Polresta Malang Kota Sita 105 Motor Balap Liar dalam Semalam
Kasatlantas Polresta Malang Kota AKP Rio Angga Prasetyo mengatakan, untuk sementara pihaknya melakukan tindakan preventif. Fokus menyebarkan personel setiap malam untuk menghalau aksi balap liar.
“Kami fokus melakukan pembubaran dulu terhadap pelaku balap liar,” ujarnya.
Rio juga memetakan titik-titik yang kerap jadi lokasi balap liar. Di antaranya Jalan Ciliwung dan Jalan Letjen Sutoyo. Penertiban balap liar tidak hanya dilakukan permanen di satu titik, melainkan petugas keliling ke titik-titik rawan.
“Modus yang digunakan pelaku balap liar sudah berbeda antara dulu dan sekarang,” lanjut Rio.
Baca Juga: Satlantas Polresta Malang Kota Catat 3.394 Pelanggar Lalu Lintas
Dulu, dia melanjutkan, pembalap liar berkumpul dan menentukan titik lokasi balapan di satu titik. Kini mereka kerap berpindah-pindah dalam sesi balapan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Tindakan preventif saat ini merupakan awal penertiban. Apabila ada pembalap liar yang bandel dan melampaui batas, polisi akan bertindak tegas. Bentuk tindakannya berupa denda, penyitaan kendaraan, hingga penahanan.(aff/dan)
Editor : Aditya Novrian