Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Menuju Realisasi, Pemkot Ajukan Proposal Skywalk Kajoetangan ke Bank Dunia

Aditya Novrian • Senin, 23 Februari 2026 | 14:45 WIB

 

TUNGGU PERSETUJUAN: Pemkot Malang mengajukan bantuan pembangunan skywalk kepada Bank Dunia. (Darmono / Radar Malang)
TUNGGU PERSETUJUAN: Pemkot Malang mengajukan bantuan pembangunan skywalk kepada Bank Dunia. (Darmono / Radar Malang)
 

MALANG KOTA - Wacana pembangunan skywalk (jalur pedestrian layang) tak hanya ditujukan untuk Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) saja. Pemkot Malang juga mengusulkan agar skywalk terpasang di Koridor Kajoetangan Heritage.

Bantuan dari Bank Dunia atau World Bank lah yang menjadi sasaran pemkot untuk merealisasikan rencana tersebut. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pembangunan fasilitas umum itu merupakan salah satu konsep dalam mengintegrasikan kawasan heritage.

Skywalk dirancang untuk mendukung mobilitas pejalan kaki sekaligus memperkuat daya tarik kawasan. Di Kajoetangan memang sudah ada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Namun yang menggunakan fasilitas itu terbilang sedikit.

Poin itu lah yang ingin dimaksimalkan. Konsep skywalk di sana juga berbeda dengan di kawasan Soehat. Bila di Soehat dirancang sebagai kawasan dengan nuansa kekinian, Kajoetangan Heritage tetap mengusung konsep kolonial yang selama ini menjadi ciri khasnya.

Dalam diskusi awal, Wahyu mengatakan bahwa pihak Bank Dunia menunjukkan ketertarikan terhadap gagasan itu. Salah satu poin yang dinilai menarik adalah perubahan pendekatan ikon wisata.

”Mereka (Bank Dunia) tertarik karena Kajoetangan Heritage mampu berubah menjadi lebih baik. Sehingga akan ditingkatkan di titik lain di sekitarnya,” terangnya.

Pemilik kursi N1 itu menekankan, pembangunan skywalk masih pembahasan awal. Belum diketahui anggaran yang bisa dikucurkan Bank Dunia. Proposal penataan kawasan itu masih menunggu persetujuan untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan.

”Kalau keinginan saya bisa sebanyak-banyaknya. Sesuai dengan kebutuhan penataan kawasan,” imbuhnya. Wahyu menambahkan, penataan kawasan heritage ini tak sekadar pembangunan skywalk. Konsep lainnya yakni penyediaan lahan parkir dan tempat PKL.

Nanti, area parkir dan pedagang akan terpusat di satu titik. Salah satu opsinya adalah dengan menggunakan kawasan di Pasar Splendid.

”PKL satu titik itu akan menjadi solusi penanganan jangka panjang. Sementara ini PKL ditempatkan di Jalan Merdeka Selatan pada saat akhir pekan,” jelasnya.

Ketika integrasi kawasan terealisasi, Wahyu menjanjikan pengunjung bisa menikmati beberapa destinasi sekaligus. (adk/by)

 

Disunting kembali oleh Intan Nurlita Dewi

Editor : Aditya Novrian
#Skywalk #pedestrian ampera #Kajoetangan Heritage