MALANG KOTA – Konsep penataan kawasan Soekarno-Hatta (Soehat) menjadi wajah baru sudah diseriusi Pemkot Malang. Indikasinya, penataan Soehat menjadi kota masa depan tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2025-2029.
”Karena sudah masuk RPJMD, makanya kami melakukan penyusunan draf Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL),” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang R Dandung Djulharjanto kemarin (23/2).
Dia mengatakan, penyusunannya juga disesuaikan dengan visi misi duet kepemimpinan Wali Kota-Wakil Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat-Ali Muthohirin. Jika tak ada aral melintang, penataan kawasan Soehat terwujud maksimal pada 2029.
Saat ini pemkot masih mengusulkan penataan Soehat melalui program National Urban Transformation Project (NUTP). Dengan demikian, biaya pembangunannya tak hanya bergantung pada APBD.
Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Malang Djoko Prihatin mengingatkan pemkot agar tidak hanya mengejar penataan kawasan Soehat untuk esensi Malang sebagai kota metropolitan. Melainkan harus memperhatikan manfaat bagi masyarakat.
”Saya khawatir hanya euforia sesaat seperti pembangunan Malang Creative Center (MCC),” tegas dia.
Djoko melihat, sampai sekarang keberadaan MCC belum bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Padahal di tengah efisiensi anggaran, dia melanjutkan, pemerintah daerah harus memikirkan upaya peningkatan PAD.
Djoko juga menyarankan agar pemkot belajar dari Kajoetangan Heritage. Menurutnya, Kajoetangan Heritage sudah berhasil membantu meningkatkan PAD. Selain itu, Djoko menekankan kepada pemkot untuk menata kondisi eksisting di kawasan Soehat terlebih dulu.
”Yang harus ditata seperti penghijauan kembali. Lalu keberadaan kabel atau tiang listrik yang semrawut juga perlu dibenahi," sambung lelaki yang juga Owner Richdjoe Barbershop tersebut.
Senada dengan Djoko, pelaku usaha lain di kawasan Soehat yakni Annisa Damayanti berpendapat bahwa ada perbedaan kondisi yang sekarang dengan dulu. Terutama pasca-pembenahan drainase.
"Kondisinya sekarang makin panas. Banyak debu, sehingga terlihat gersang dan tidak rapi. Aspal yang tidak rapi dan kabel juga membuat Soehat tidak enak dilihat," ungkap dia.
Perempuan yang merupakan kepala store dari pusat grosir kaos polos AWESAM di kawasan Soehat itu menambahkan, pemkot sebaiknya memprioritaskan perbaikan kondisi yang belum baik. (mel/dan)
Editor : A. Nugroho