MALANG KOTA – Ribuan pedagang Pasar Induk Gadang (PIG) di-deadline boyongan Maret depan. Mereka harus segera menempati pasar penampungan agar proyek perbaikan jalan di depan pasar segera terealisasi. Jadwal relokasi pedagang disampaikan oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat peninjauan ke lokasi kemarin (23/2).
Wahyu bersama perangkat daerah meninjau enam bangunan yang digunakan sebagai tempat relokasi. Dari jumlah tersebut, baru dua bangunan yang sudah dipasang atap. Sementara lainnya sebatas pemasangan rangka atap dan tiang bangunan.
Wahyu menuturkan, pengecekan dilakukan untuk memastikan proses pembangunan tempat relokasi berjalan lancar. Sesuai kesepakatan pedagang, mereka mulai pindah ke bagian belakang setelah Lebaran.
”Kami mendapatkan bantuan perbaikan jalan PIG melalui DAK (Dana Alokasi Khusus). Saya ingin memastikan proses pemindahan pedagang sesuai jadwal,” terangnya. ”Mereka harus pindah dulu, baru dilakukan lelang proyek,” tambah orang nomor satu di Pemkot Malang itu.
Selama pedagang belum pindah ke pasar relokasi, dia melanjutkan, dana perbaikan jalan dari pemerintah pusat tidak akan dikucurkan. Pihaknya khawatir jika relokasi tak kunjung selesai, bantuan dana bisa saja dibatalkan. Sebab jika menggunakan APBD Kota Malang, jumlahnya sangat besar dan kemungkinan sulit terealisasi akibat efisiensi.
Total perbaikan jalan depan PIG membutuhkan dana Rp 14,9 miliar. Wahyu menerangkan, sesuai konsep pengerjaan jalan depan PIG bakal ditambah median. Kemudian dari jalan raya ke area pedagang diberi pagar pembatas. Ini untuk meminimalkan potensi kemacetan.
Ketika sudah ada pembatas, tidak boleh lagi ada aktivitas pedagang di area jalan. "Di bangunan relokasi sudah disiapkan tempat loading barang, parkirnya juga sudah ada. Sehingga jalan raya di depan bebas macet. Tidak seperti sekarang," tegas Wahyu.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi menyampaikan, progres pembangunan pasar relokasi sudah 60 persen. Total pedagang yang direlokasi sekitar 1.270. Itu merupakan pedagang pasar buah dan ikan.
Eko menekankan, setelah pembangunan rampung, pihaknya akan melakukan zonasi. Pedagang buah akan menempati bagian depan. Sedangkan pedagang ikan ditempatkan di belakang.
"Sesuai arahan wali kota, pedagang yang dekat jalan akan pindah setelah Lebaran," terangnya.
Dia menuturkan, sewa lahan relokasi mencapai Rp 133 juta per tahun. Pemkot sudah membayar sewa sejak 2025 sampai 2028. Selanjutnya, akan terus dilakukan sewa tempat relokasi karena ini untuk kebutuhan penataan pedagang dan mempermudah layanan kepada masyarakat.
"Penataan ini direncanakan pemerintah tetapi pedagang juga menyambut baik. Mereka swadaya membangun tempat relokasi, keinginan bersama membuat PIG lebih baik," pungkas Eko. (adk/dan)
Editor : A. Nugroho