Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Waspada Takjil Berbumbu Zat Kimia

Mahmudan • Rabu, 25 Februari 2026 | 09:29 WIB

LINDUNGI KONSUMEN: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (kiri) meninjau penjual takjil di Jalan Soekarno- Hatta beberapa waktu lalu.
LINDUNGI KONSUMEN: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (kiri) meninjau penjual takjil di Jalan Soekarno- Hatta beberapa waktu lalu.

MALANG KOTA – Peredaran makanan di pasar takjil bakal diawasi secara ketat. Tujuannya untuk mengantisipasi takjil berbumbu zat kimia, seperti penggunaan bahan pengawet dan pewarna berlebih.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan pengecekan sampling kualitas makanan. Pengecekan bakal dilakukan secara keliling oleh dinas kesehatan (dinkes) dibantu dengan puskesmas.

Berdasarkan temuan tahun lalu, masih ditemukan makanan di pasar takjil yang mengandung zat pewarna dengan kadar berlebih. Menurut Wahyu, kondisi tersebut berpotensi membahayakan kesehatan konsumen.

"Kami imbau pedagang tidak menggunakan pewarna terlalu banyak serta zat kimia lainnya," tegas Wahyu.

Dia mengatakan, pengawasan akan lebih efektif apabila pasar takjil berada dalam satu kawasan resmi. Kemudian memiliki izin penyelenggaraan sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 5 Tahun 2026. Hal ini membuat petugas kesehatan lebih mudah melakukan pemantauan dan pengambilan sampel makanan.

"Selain pasar takjil yang terkoordinasi, banyak titik lain yang tumbuh secara spontanitas. Ini menjadi tantangan kami dalam pengujian kualitasnya makanan," terang mantan Sekda Kabupaten Malang itu.

Meskipun demikian, Wahyu memastikan bahwa pengawasan tetap akan dilakukan melalui metode tes sampling.

"Jumlah tenaga kesehatan kami yang melakukan pengecekan makanan ini terbatas. Karena itu, pola penataan pasar takjil menjadi solusi paling tepat untuk melakukan pemantauan makanan," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menuturkan, pihaknya telah menyusun jadwal pengambilan sampel takjil. Rencananya berlangsung pada 23-27 Februari depan. Pengawasan dilakukan secara langsung di lapangan dengan metode uji cepat.

 "Total ada 23 titik pasar takjil yang akan dites kandungan makanannya," terang dokter Husnul.

Pengujian difokuskan pada bahan tambahan makanan. Mulai pemanis, pewarna, pengeras hingga pengawet. Hasil pengujian tersebut dipastikan akan langsung keluar dalam waktu lima sampai 10 menit. (adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#Pasar Takjil #se #dinkes #malang