Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Per Hari Tambal 20 Titik Jalan Rusak  

Mahmudan • Kamis, 26 Februari 2026 | 10:34 WIB

 

 

MEMBAHAYAKAN: Jalan rusak di Taman Slamet menjadi kubangan ketika diguyur hujan kemarin (25/2). DPUPRPKP menerjunkan tim khusus perbaikan jalan.
MEMBAHAYAKAN: Jalan rusak di Taman Slamet menjadi kubangan ketika diguyur hujan kemarin (25/2). DPUPRPKP menerjunkan tim khusus perbaikan jalan.

MALANG KOTA - Hujan setiap hari membuat jalan rusak meningkat. Karena itu, Pemkot Malang meningkatkan intensitas perbaikan yang sifatnya insidental. Per hari, rata-rata bisa mencapai 20 titik perbaikan jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Dandung Djulharjanto mengatakan, pihaknya menyiagakan satu tim khusus yang bertugas melakukan perbaikan jalan. Mereka tidak hanya menunggu laporan masyarakat, tetapi juga berkeliling mengecek kondisi jalan.

"Tim penambalan jalan setiap hari ke lapangan ketika ada laporan maupun pengecekan langsung. Kami biasanya melakukan perbaikan 10 sampai 20 titik per harinya," terang Dandung kemarin (25/2).

Untuk anggaran setiap perbaikan, dia mengatakan, bervariasi tergantung kondisi kerusakan. Sementara ini pihaknya belum bisa menghitung anggaran yang tersedot untuk perbaikan jalan. Dandung mengatakan, penambalan jalan ini diambilkan dari anggaran insidental pada APBD 2026.

"Selain perbaikan jalan, anggaran insidental juga digunakan untuk perbaikan drainase dan jembatan," tutur pejabat eselon II B Pemkot Malang itu. Dandung mengakui terkadang perbaikan jalan tidak terlalu maksimal. Untuk kondisi jalan yang sangat parah, butuh perbaikan total. Misalnya di Jalan Pasar Gadang dan Jalan Taman Slamet.

"Seperti di Pasar Gadang, untungnya kami mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Titik lainnya yang membutuhkan anggaran besar yaitu di Taman Slamet. Tidak bisa hanya perbaikan insidental," papar Dandung.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi C DPRD Kota Malang Arief Wahyudi mengatakan, anggaran perbaikan jalan masih belum ideal. Hal ini didasari membengkaknya gaji pegawai yang membuat belanja modal mengalami penurunan. Salah satu dampaknya ke anggaran perbaikan jalan.

"Padahal infrastruktur jalan merupakan kebutuhan dasar dan bisa membahayakan jika kondisinya rusak," tegasnya.

Dengan keterbatasan anggaran, pihaknya menyarankan pemkot lebih aktif mencari sumber dana lain. Misalnya melibatkan perusahaan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Langkah lain yaitu meminta bantuan pemerintah pusat.

”Langkah perbaikan jalan dengan dana pemerintah pusat di Pasar Gadang bisa menjadi contoh,” kata dia. (adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#DPUPRPKP #Pemkot Malang #CSR #malang