Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Penyaluran Kredit Capai Rp 110 Triliun

Mahmudan • Kamis, 26 Februari 2026 | 10:56 WIB

 

Ilustrasi Uang
Ilustrasi Uang

MALANG KOTA – Penyaluran kredit di Malang raya dan sekitarnya relatif lancar. Data otoritas jasa keuangan (OJK) Malang mengungkap, penyaluran kredit selama 2025 menembus Rp 110 triliun. Tumbuh 5,03 persen secara year-on-year dibanding Desember 2024.

Kota Malang mengambil porsi 28 persen dari keseluruhan penyaluran kredit di wilayah OJK Malang. Nominal kredit yang mengalir ke kota pendidikan ini mencapai Rp 31,04 triliun. Tumbuh 9,20 persen secara year-on-year dibanding Desember 2024.

Sekitar 44,43 persen di antaranya mengalir untuk modal kerja. Kemudian 38,79 persennya untuk kredit konsumsi, dan sisanya 16,78 persen untuk investasi. Sektor ekonomi paling besar yang disasar adalah rumah tangga. Bank penyalur yang mendominasi dari Bank Umum Konvensional (BUK).

”Untuk jenis pembiayaannya, 67,1 persen masuk sektor non-UMKM,” ujar Kepala OJK Malang Farid Faletehan kemarin.

Namun pertumbuhan kredit diiringi meningkatnya risiko atau Non-Performing Loan (NPL). Yaitu potensi kredit kurang lancar, diragukan, atau bahkan macet. Persentasenya di Kota Malang mencapai 2,78 persen.

”Batas bahaya NPL itu kalau sudah di atas 5 persen. Mendekati tiga persen sebenarnya masih aman, tapi kreditur perlu hari-hati,” kata dia. Dia mengatakan, NPL yang rendah menunjukkan ketertiban nasabah dalam pembayaran kredit. Hal itu menjadi catatan baik karena mengindikasikan ekonomi masyarakat normal.

Dia menambahkan, kehati-hatian bank dalam menyalurkan kredit memang sudah terasa sejak awal 2025 lalu. Terutama di sektor durable goods yang pelanggannya banyak menggunakan kredit untuk transaksi. Salah satu yang terdampak yaitu diler Chery Malang di Jalan Letjen Sutoyo, Kecamatan Blimbing.

“Banyak calon pembeli mobil datang ke diler, tapi tingkat approval pengajuan kreditnya menurun,” ujar Branch Manager Chery Malang Dheny Atmaja.

Dheny melanjutkan, mayoritas calon pembeli terganjal masalah Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dari OJK. Apabila catatan keuangan calon debitur berwarna merah, sudah pasti kreditur akan menolak pengajuan kreditnya. Padahal untuk segmen penjualan mobil, 70 persen pembeli memilih menggunakan kredit.

Dheny mengaku tak bisa berbuat banyak lantaran masalah pembiayaan murni urusan calon debitur dengan kreditur. Untuk itu dia berharap perekonomian Indonesia lebih baik lagi sehingga bank penyalur melonggarkan syarat pengajuan kreditnya. (aff/dan)

Editor : A. Nugroho
#buk #NPL #malang #OJK