Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sempat Jadi Sorotan, Disdikbud Pastikan Bus Halokes Tetap Beroperasi

Aditya Novrian • Sabtu, 28 Februari 2026 | 19:25 WIB

TRANSPORTASI GRATIS: Para pelajar turun dari Bus Halokes di Jalan Kertanegara beberapa waktu lalu.
TRANSPORTASI GRATIS: Para pelajar turun dari Bus Halokes di Jalan Kertanegara beberapa waktu lalu.

MALANG KOTA – Jelang pengoperasian angkutan pelajar gratis, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan Bus Halokes tetap jalan. Armada tersebut bakal memfasilitasi antar-jemput siswa yang sekolahnya belum dilintasi trayek angkot. Saat ini ada 13 kendaraan yang dioperasikan pada program Bus Halokes.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana mengatakan, anggaran operasional Bus Halokes sudah dialokasikan selama setahun. Sehingga tidak mungkin kendaraan tersebut "ngandang" di kantor disdikbud Jalan Veteran.

”Pasti akan ada titik-titik tertentu yang tidak bisa dijangkau oleh angkot. Otomatis masih membutuhkan bus atau mobil elf kami,” ujar Suwarjana kemarin.

Jana menerangkan, 13 armada Bus Halokes terdiri atas 6 unit bus dan 7 unit mobil elf. Kendaraan itu digunakan untuk melayani antar jemput siswa di sejumlah sekolah yang membutuhkan layanan khusus setiap hari.

Selama angkutan pelajar belum beroperasi, Jana menegaskan, 13 unit Bus Halokes akan terus melayani siswa se-Kota Malang. Ketika angkutan pelajar diresmikan, baru dilakukan penyesuaian rute.

Baca Juga: Bus Halokes di Kota Malang Terancam Berhenti Mengaspal jika Angkot Pelajar Gratis Diterapkan

"Contohnya di SMPN 27, SMPN 22, dan beberapa lokasi SD belum dilintasi angkot. Sehingga masih butuh angkutan kami," ungkapnya.

Dia berharap, armada angkutan pelajar benar-benar laik jalan. Selain itu, perlu diperhatikan ketepatan mengantar anak sekolah. Sebab berbeda dengan penumpang umum, siswa memiliki jam masuk tersendiri.

"Kalau Bus Halokes mulai beroperasi sejak jam 5 pagi, untuk mengantisipasi siswa telat masuk sekolah," tandas pria kelahiran Bantul itu.

Sebagai informasi, angkutan gratis bagi pelajar dijalankan melalui skema Buy The Service (BTS). Dalam skema ini, pemerintah membeli layanan kepada operator angkot melalui koperasi sopir. Sehingga pelajar dapat memanfaatkan transportasi secara gratis dengan sistem subsidi layanan.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi meminta ada koordinasi antara disdikbud dan dinas perhubungan sebagai penyelenggara angkutan pelajar gratis. Menurutnya, jangan sampai dua moda transportasi ini saling bersinggungan.

Suryadi menegaskan, kehadiran Bus Halokes dan angkutan pelajar seharusnya saling mengisi. Ujungnya sama-sama memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

"Lebih baik dua-duanya berjalan bersamaan, agar lebih banyak masyarakat yang dapat menikmati transportasi gratis," tuturnya.(adk/dan)

Disunting Kembali: Diva Ayu Herdianasari

 

Editor : Aditya Novrian
#Bus Halokes #Kota Malang #disdikbud kota malang