MALANG KOTA – Mendekati hari raya idul Fitri, masyarakat mulai berburu emas perhiasan. Hal itu terlihat dari lonjakan pembeli di sejumlah toko emas di Malang kemarin (28/2).
Toko Emas Wahyu Redjo Cabang Mal Olympic Garden (MOG) misalnya, jumlah pembelian naik hingga dua kali lipat. Mayoritas pelanggan menjual emas perhiasannya, kemudian membeli dengan kualitas lebih tinggi.
Penjualan emas perhiasan mulai meningkat pada pekan kedua Ramadan. Banyak dari pelanggan mencari perhiasan emas muda dengan warna rose gold yang memancarkan kilau merah muda. Terutama untuk cincin atau gelang dengan motif fanclip.
Emas muda dengan warna rose gold paling digemari karena motifnya simple dan elegan. Itu mendukung gaya berpakaian yang sedang trendi dengan konsep minimalis. Perhiasan yang simple tetap mendukung fashion yang relevan, elegan, sekaligus stylish sepanjang masa.
“Untuk kadarnya, rata-rata yang laris itu 16 karat. Harganya mulai Rp 2,1 juta per gram,” ujar Kasir Toko Emas Wahyu Redjo MOG Enjelica Dwi.
Gelang emas dengan motif fanclip biasanya berbobot 5 gram. Untuk itu, harganya dibanderol mulai Rp 12 juta. Rata-rata pembeli mengambil gramasi yang tinggi karena memakai aksesori sekaligus berinvestasi. Apalagi sejak tahun lalu harga emas naik-turun.
Menurut Enjel, Ramadan kali ini juga menjadi paling ramai dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kenaikannya bisa sampai dua kali lipat. Sebab, dulu kebiasaan masyarakat menahan beli emas jelang hari raya karena yakin harganya bakal turun setelah Lebaran. Namun berdasar pengalaman tahun lalu, harga emas justru melejit naik setelah hari raya.
Salah satu pembeli, Hazahra Shinta mengatakan, dirinya sengaja segera membeli emas perhiasan. Sebab waspada apabila harga makin tinggi ke depan. Selain itu, perhiasan yang dibelinya juga bakal digunakan untuk aksesori saat hari raya.
“Dari dulu memang suka beli emas, karena bisa untuk investasi juga,” ujar Shinta.(aff/dan)
Disunting kembali oleh: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian