MALANG KOTA - Meski menuai berbagai kritik, menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan belum akan dievaluasi. Satu indikasinya, Pemkot Malang mengklaim belum mendapati laporan penolakan MBG. Lembaga pendidikan masih akan menerima menu makanan dalam bentuk kering.
Namun demikian, pemkot meminta ada perbaikan terkait menu. Satu tujuannya, untuk memenuhi kebutuhan gizi para siswa.
Seperti diketahui, banyak kritikan tentang menu kering MBG selama Ramadan. Keluhan itu datang dari orang tua siswa, sekolah, hingga DPRD Kota Malang. Mereka merasa menu kurang memenuhi aspek gizi dan tidak sesuai ketentuan anggaran sebesar Rp 10 ribu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana menyampaikan, belum ada penolakan MBG di wilayahnya. Dia menerangkan, perubahan menu kering saat ini menjadi solusi selama bulan Ramadan. Agar MBG yang diberikan tidak basi saat dimakan saat berbuka puasa. ”Belum ada penolakan,” terang di.
Terkait banyaknya kritik, Disdikbud Kota Malang sudah menindaklanjuti masukan masyarakat. Di mana dengan, mengingatkan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk tetap memperhatikan standar gizi pada menu di dalam program tersebut. Pihaknya juga mendorong SPPG supaya menjalankan tugas dengan mengedepankan profesionalitas.
Untuk mengantisipasi kegaduhan menu kering MBG ke depan, Jana meminta SPPG menjaga kualitas layanan agar program ini berjalan optimal. ”Mutu makanan harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa SD, SMP dan SMA. Jangan sampai memberikan makanan tidak sesuai dengan usia mereka,” tuturnya.
Menurutnya, kesesuaian pelaksanaan program dengan aturan dari pemerintah pusat merupakan hal yang wajib. Itu demi memastikan terpenuhinya hak pelajar memperoleh paket makanan yang sehat dan bergizi. Meski dalam pelaksanaannya, ada perubahan bentuk menu makanan selama bulan Ramadan. (adk/gp)
Disunting kembali oleh Intan Nurlita Dewi
Editor : Aditya Novrian