Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kuota Mudik Gratis di Kota Malang Bertambah 100 Kursi

Bayu Mulya Putra • Kamis, 5 Maret 2026 | 10:36 WIB

Ilustrasi mudik
Ilustrasi mudik

MALANG KOTA - Kuota program mudik gratis di Kota Malang bertambah. Itu setelah Pemkot Malang mendapat bantuan tambahan tiga bus dari pihak swasta. Itu membuat kuotanya bertambah jadi 100 orang.

Untuk diketahui, Pemkot Malang tidak menganggarkan dana untuk program mudik gratis tahun ini. Alasannya karena ada efisiensi anggaran. Kondisi itu membuat program mudik gratis harus mengandalkan kolaborasi dengan pihak swasta.

Ada tiga perusahaan otobus (PO) yang menyiapkan armada untuk mudik gratis. PO Bagong dengan dua unit. Kemudian Medali Emas, Pelita Mas, dan Juragan 99 dengan masing-masing satu unit. Satu armada lainnya berasal dari Politeknik Negeri Malang (Polinema).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menerangkan, total saat ini ada enam bus yang tersedia. Lima bus berkapasitas 40 orang. Sedangkan bus dari Polinema berkapasitas 24 penumpang.

”Total sementara ada (kuota) 224 kursi. Kami masih menunggu respons partisipasi dari pihak lain seperti Universitas Brawijaya, tetapi yang sudah pasti enam unit itu,” jelas Jaya. Untuk rutenya, sampai saat ini masih belum dipastikan.

Sebab dishub harus menunggu jumlah final armada bus yang tersedia. Setelah armada fixed, baru bisa ditentukan rute mudik gratis. Yang pasti, Jaya menyebut ada tiga rute yang akan dibuka. Dasarnya dari antusiasme warga pada tahun lalu.

Tiga rute itu yakni Malang-Banyuwangi, Malang-Madura, dan Malang-Ponorogo. Pada mudik gratis 2025, kuota untuk tiga rute itu terisi penuh. ”Untuk pendaftaran kami akan informasikan lebih lanjut, tanggal pemberangkatannya 17 Maret. Disamakan dengan Kabupaten Malang,” terangnya.

Waktu pemberangkatan disamakan agar semua bisa mendapatkan kesempatan yang sama. Jaya menuturkan, pada 2025 lalu, waktu keberangkatan di Kota Malang dan Kabupaten Malang tidak sama.

Sehingga warga yang belum mendapat kursi di kabupaten berpindah ke Kota Malang. ”Semua terbagi rata dan ada kesamaan antar-wilayah,” pungkasnya. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
#Polinema #PO #dishub #malang