MALANG KOTA - Jumlah kendaraan keluar dan masuk Kota Malang selama arus mudik 2026 diprediksi berkurang. Pemkot Malang memperkirakan ada penurunan arus kendaraan bermotor mencapai 1,75 persen.
Berdasar data Dishub Kota Malang pada mudik 2025, jumlah kendaraan bermotor yang masuk Kota Malang berjumlah 276.726 unit. Sementara kendaraan keluar mencapai 276.938 unit. Sedangkan periode mudik 2026 jumlah kendaraan yang masuk diperkirakan berjumlah 271.883 unit dan kendaraan keluar sebanyak 271.092 unit.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menjelaskan, potensi penurunan ini disebabkan sejumlah alasan. Pertama karena faktor cuaca dan banyak masyarakat memilih menghemat pengeluaran. ”Penurunan perkiraan arus mudik ini juga terjadi secara nasional,” tuturnya.
Jaya mengatakan, arus mudik tahun ini sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya. Menurut perkiraan Dishub, ada dua gelombang puncak arus mudik. Gelombang pertama terjadi pada 13-15 Maret 2026 dan kedua 18-19 Maret 2026.
”Di tengah-tengah mudik ada cuti bersama Hari Raya Nyepi 18 Maret dan perayaan Nyepi pada 19 Maret. Kemungkinan ada yang berangkat sebelum itu dan sesudahnya,” ungkapnya. Meski diprediksi mobilitas turun, dishub tetap menyiapkan upaya pencegahan dan penanganan apabila muncul kepadatan arus lalu lintas. Jaya membagi titik rawan macet menjadi dua kategori, yakni kawasan perdagangan dan jalan utama.
Kawasan perdagangan di antaranya seputaran daerah pusat perbelanjaan modern dan pasar tradisional. Untuk jalan utama, di antaranya kawasan Malang Creative Center di Jalan Ahmad Yani dan Simpang Dinoyo sampai ke arah Jalan Raya Sengkaling, Kabupaten Malang.
”Apabila tampak tanda-tanda kemacetan petugas akan turun ke lokasi untuk melakukan pengaturan,” tandasnya. Ketika upaya pengaturan kepadatan lalu lintas tidak berjalan maksimal, karena jumlah volume kendaraan yang terus bertambah. Pihaknya langsung mengambil langkah melakukan rekayasa arus lalu lintas. Tapi, sifatnya situasional. Artinya, tidak harus ditutup maupun dengan contraflow. (adk/gp)
Editor : A. Nugroho