MALANG KOTA - Pohon beringin di area makam Mbah Sentono yang diperkirakan sudah berusia ratusan tahun tumbang, kemarin (5/3). Dua bangunan di Jalan Muharto RT 17 RW 6 Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang turut terimbas.
Salah satu bangunan yang terdampak yakni rumah milik Titik Susmiati, 52. Menurut pengakuan Titik, pohon beringin itu tumbang sekitar pukul 08.00. ”Waktu kejadian, saya mau jemur pakaian di lantai dua. Lalu terdengar suara seperti disambar petir,” kata dia saat ditemui Jawa Pos Radar Malang.
Saat itu, di lingkungan sekitar rumahnya memang sedang terjadi angin kencang. Tidak lama setelahnya, pohon beringin yang terletak di seberang itu ambruk menimpa rumah Titik dan bangunan di sebelahnya.
”Untuk bangunan di sebelah rumah saya itu yang punya Pak Suwadi,” jelas Titik. Namun saat kejadian, Suwadi tidak berada di tempat. Sebab, bangunan itu memang hanya digunakan yang bersangkutan untuk gudang penyimpanan helm.
Dia sehari-hari juga tidak berada di sana. Kendati demikian, kerusakan pada bangunan milik Suwadi tampak cukup parah. Terutama di bagian atas yang penyok dan melengkung. Demikian pula di atap rumah Titik, yang rusak sebagian.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang Surya Adhi Nugraha mengaku pihaknya langsung menerjunkan lima personel ke lokasi. Ditambah dengan empat personel dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.
Proses evakuasi berlangsung sampai pukul 13.00. Pembersihan material pohon yang paling menyita waktu. Agar leluasa, tembok makam terpaksa dijebol sebagian untuk memudahkan evakuasi. ”Karena pohonnya cukup besar. Tingginya sekitar 15 meter, sementara diameter antara 70 sampai 80 sentimeter,” beber Surya. (mel/by)
Editor : A. Nugroho