Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Event Gema Ramadan 1447 H, Keterampilan 250 Peserta Cukup Merata

Aditya Novrian • Minggu, 8 Maret 2026 | 14:48 WIB

ANiMO TiNggi: Salah satu peserta menjalani proses seleksi di cabang lomba dai cilik, kemarin.
ANiMO TiNggi: Salah satu peserta menjalani proses seleksi di cabang lomba dai cilik, kemarin.

MALANG KOTA – Sekitar 250 peserta event Gema Ramadan 1447 H unjuk gigi di hadapan dewan juri, kemarin (7/3). Ada yang turun di nomor lomba Hafidz Alquran, tartil Alquran, dan Dai cilik. Koordinator Juri Gema Ramadan 1447 H Muhammad Ismail mengungkapkan, animo anak-anak yang menjadi peserta cukup tinggi.

Sejak pukul 06.30, mereka sudah menunggu di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. Di cabang lomba tartil Alquran, peserta tampak masih melakukan murojaah atau mengulang hafalan sebelum memasuki ruangan. Animo tersebut tidak hanya datang dari anak-anak saja, namun juga dari masing-masing orang tua yang mendampingi.

”Selain itu, saya lihat ada anak-anak yang ikut cabang lomba lebih dari satu,” ungkap Ismail. Itu menunjukkan bahwa banyak anak-anak yang memiliki talenta di bidang keagamaan. Ismail menyebut, ada juga anak-anak yang memiliki kemampuan luar biasa. Jika diikutkan kompetisi, mungkin bisa menembus tingkat provinsi maupun nasional.

”Walaupun masih anak-anak, saya lihat untuk yang Dai ada beberapa yang menguasai panggung. Untuk tahfidz dan tartil, ada yang kemampuannya overload. Diberi soal sulit, mereka bisa,” beber dia. Ke depan, Ismail berharap agar keterampilan anak-anak bisa semakin terasah.

Gema Ramadan 1447 H yang diadakan atas kolaborasi Jawa Pos Radar Malang, Disdikbud Kota Malang, dan Bank Jatim itu bisa menjadi ajang untuk memupuk bibit anak-anak yang berprestasi di bidang agama Islam.

Senada dengan Ismail, Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang Muflikh Adhim menyampaikan, para peserta rata-rata memiliki kemampuan yang luar biasa. ”Sebagai contoh untuk yang Dai cilik, materi yang disampaikan menarik. Sementara tahfidz dan tartil, lantunannya juga bagus,” tutur dia.

Adhim melanjutkan, setelah Gema Ramadan, akan ada gelaran lain yakni Festival Anak Muslim (FAM). Itu juga mewadahi dan bisa membantu anak-anak untuk meningkatkan keterampilan. ”Semakin banyak ajang seperti ini maka bisa membantu anak untuk mengekspresikan kemampuan sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri,” imbuh dia.

Hilyatul 'afaah Adibah Ramadhani, 11, salah satu peserta mengaku Gema Ramadan adalah kompetisi di luar sekolah pertama yang diikutinya. Dia mengikuti cabang lomba hafidz Alquran. ”Sebelumnya saya hanya ikut (kompetisi) di tingkat sekolah. Karena pernah ikut di sekolah, saya diminta guru agama untuk ikut Gema Ramadan,” kata siswi SDN Kasin Kota Malang tersebut.

Sebagai persiapan, Adibah berlatih bersama guru agama di sekolahnya selama sepekan. Meski sempat gugup dan merasa kurang maksimal, dia merasa senang dan puas. Dia mengaku tidak kapok jika ke depan diminta ikut lomba serupa. (mel/by)

Disunting kembali oleh: Satya Eka Pangestu

Editor : Aditya Novrian
#Ramadan #Kota Malang #lomba