MALANG KOTA – Cuaca ekstrem yang mengakibatkan banyak pohon tumbang dan puluhan rumah rusak di Bumi Arema bakal segera berakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, cuaca ekstrem yang ditandai hujan deras disertai angin kencang hanya berlanjut hingga besok (10/3). Setelah itu aman karena bulan depan diperkirakan memasuki musim kemarau.
Prakirawan BMKG Karangploso Linda Fitrotul mengatakan, fenomena angin kencang disertai hujan lebat tidak hanya terjadi di Jawa Timur. Meluas ke sebagian wilayah Pulau Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara.
"Penyebabnya dua bibit siklon tropis di selatan Pulau Jawa. Yaitu bibit siklon 90S yang bergerak ke arah timur dan bibit siklon 93S yang bergerak ke arah barat,” ujar Linda kemarin.
Menurut Linda, kondisi tersebut memicu potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang dengan kecepatan lebih dari 45 kilometer per jam. Selain itu, lanjutnya, hujan lebat juga berpotensi turun secara tiba-tiba di berbagai wilayah. Selain dua fenomena itu, kemunculan bibit siklon tropis juga memicu gelombang tinggi di perairan selatan Pulau Jawa. Gelombang bisa mencapai lebih dari enam meter.
Linda menerangkan, kemunculan bibit siklon merupakan fenomena umum pada puncak musim hujan. Biasanya berlangsung pada Februari hingga Maret ini.
“Kami memperkirakan awal musim kemarau akan terjadi awal April hingga pertengahan Mei depan,” jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba. Terutama bagi warga yang tinggal di dataran tinggi maupun wilayah perkotaan dengan banyak pepohonan besar.
"Bisa melakukan pengecekan secara rutin melalui media sosial BMKG untuk melihat kondisi cuaca," imbaunya.
Pihaknya juga mengingatkan pengendara agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan lebat dan angin kencang. Juga perlu menjauhi baliho atau papan reklame yang rawan roboh. Serta menghindari melintas di jalan yang dipenuhi pepohonan.(adk/dan)
Disunting kembali oleh: Anna Tasya Enzelina
Editor : Aditya Novrian