MALANG KOTA - Program pasar murah yang sudah digelar dua kali tidak berjalan mulus. Kuota yang disediakan Pemkot Malang tak sebanding dengan tingginya antusiasme warga. Seperti yang terjadi di Kecamatan Kedungkandang, kemarin (10/3). Sebelumnya, pada Senin lalu (9/3) program pasar murah digelar di Kecamatan Lowokwaru.
Ada 1.300 paket sembako yang disediakan. Dan, itu juga tidak sebanding dengan warga yang datang. Pada hari kedua kemarin, pasar murah digelar di Kantor Kecamatan Kedungkandang, Jalan Mayjen Sungkono, Kelurahan Buring.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, antrean diperkirakan mencapai lebih dari 2.000 orang. Jumlah warga membeludak hingga luar area kantor kecamatan sejak pukul 08.00.
Dari arah utara, antrean mengular mulai dari kantor kecamatan hingga gerbang Perumahan Citra Garden City. Sementara dari sisi selatan, antrean terlihat dari GOR Ken Arok. Karena antrean yang membeludak, sempat terjadi saling dorong antar-warga.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Ni Luh Putu Eka Wilantari menyampaikan, pasar murah itu digelar untuk menstabilkan harga jelang Lebaran. Bertujuan agar warga lebih mudah mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih murah.
Eka menerangkan, pasar murah itu digelar di lima kecamatan secara bergiliran. Satu kecamatan dijatah 1.300 paket sembako. ”Paket sembako dibanderol Rp 50 ribu saja. Kalau di pasaran bisa mencapai Rp 150 ribu,” ujarnya.
Isi dari paket tersebut meliputi 5 kilogram beras, minyak goreng, dan gula. Meski antusias masyarakat tinggi, Eka menyebut bahwa pihaknya belum bisa menambah kuota. Sebab, kuotanya sudah disesuaikan dengan anggaran yang ada.
”Jadi sementara untuk program menyambut Lebaran sementara hanya di lima kecamatan. Belum ada rencana penambahan kuota,” kata dia. Untuk diketahui, selain pasar murah, masyarakat bisa mendapatkan bahan di bawah pasaran melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM).
Bedanya, GPM tidak dijual per paket. Masyarakat bisa membeli per item yang dibutuhkan. Seperti minyak goreng, beras, gula, bawang merah, bawang putih dan cabai rawit. GPM berada di bawah naungan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang.
Vina Istifafi, salah satu warga menyampaikan, dia mendapatkan informasi pasar murah dari petugas kelurahan. Vina tertarik karena harga yang dijual hanya Rp 50 ribu dari harga asli Rp 150 ribu.
”Paket itu dapat beras 5 kilogram, minyak 2 liter, dan gula 1 kilogram. Harganya murah tetapi kuotanya hanya seribu (paket),” terang warga RT 4/RW 5, Kelurahan Kedungkandang itu. (adk/by)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang