Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sempat Timbulkan Antrean Panjang, Pemkot Geser Lokasi Pasar Murah ke Kantor Kejari

Bayu Mulya Putra • Jumat, 13 Maret 2026 | 11:07 WIB

 

 

LEBIH TERATUR: Sejumlah warga mengantre untuk menebus paket bahan pokok murah yang dijual senilai Rp 50 ribu di Kantor Kejari Kota Malang, kemarin. Kegiatan kemarin menjadi yang ketiga kalinya digelar
LEBIH TERATUR: Sejumlah warga mengantre untuk menebus paket bahan pokok murah yang dijual senilai Rp 50 ribu di Kantor Kejari Kota Malang, kemarin. Kegiatan kemarin menjadi yang ketiga kalinya digelar

MALANG KOTA - Sempat ditunda karena tidak teratur, Pemkot Malang kembali menggelar kegiatan pasar murah untuk ketiga kalinya. Kemarin (12/3), kegiatan itu digelar di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang.

Dalam pasar murah yang dimulai sekitar pukul 08.00 itu, pemkot menyediakan 1.300 paket bahan pokok. ”Satu paket berisi beras kemasan 5 kilogram, minyak kemasan 2 liter, dan gula kemasan 1 kilogram yang bisa dibeli dengan harga Rp 50 ribu,” ujar Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.

Harga untuk satu paket bahan pokok itu lebih murah dibanding jika membeli di luar. Sebab, di luar harganya berada di kisaran Rp 150 ribu. Dari pantauan Wahyu, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Banyak yang mengantre sejak pagi.

Agar antrean panjang seperti Kantor Kecamatan Lowokwaru dan Kantor Kecamatan Kedungkandang tidak terulang, pihaknya melakukan penataan.

”Kami atur dengan kartu dan penyalurannya bergelombang. Jadi tidak menumpuk pada waktu yang sama. Dan, masyarakat bisa mendapat bahan pokok sesuai harapan mereka,” sambung Wahyu.

Selain di Kantor Kejari Kota Malang yang berada di Kecamatan Blimbing, pelaksanaan pasar murah rencananya bakal berlangsung di dua kecamatan berikutnya.

Yakni Kecamatan Sukun dan Kecamatan Klojen. Di tiap satu kecamatan, pihaknya menyediakan kuota sebanyak 1.300 paket sembako. Selain pasar murah, pihaknya juga menyiapkan intervensi untuk bahan pokok lainnya.

Salah satunya adalah cabai rawit yang kemarin sempat di angka Rp 120 ribu per kilogram. ”Hari ini (kemarin) kami intervensi agar bisa dijual 1/2 kilogram dengan harga Rp 80 ribu,” beber Wahyu.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan beberapa strategi lainnya untuk memantau harga bahan pokok penting agar terkendali. Lintas sektor juga digandeng. Mulai dari Kejari Kota Malang, BPS Kota Malang, TPID Kota Malang, hingga Polresta Malang Kota.

Kepala Kejari Kota Malang Tri Joko menyampaikan, pihaknya senang bisa terlibat dalam kegiatan pasar murah tersebut. ”Sebab menjelang Lebaran, harga bahan pokok biasanya naik,” tutur dia.

Dengan adanya pasar murah, Tri berharap itu bisa mencegah kelangkaan bahan pokok di masyarakat. Selain itu juga menjaga harga bahan pokok tetap stabil. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#kejari #Pemkot Malang #pasar murah #malang