MALANG KOTA – Tingginya antusiasme masyarakat terhadap program pasar murah memicu DPRD Kota Malang mengusulkan penambahan kuota paket sembako untuk tahun depan. Setiap kecamatan diusulkan mendapatkan hingga 5.000 paket, jauh lebih banyak dibandingkan kuota tahun ini yang hanya 1.300 paket.
Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, menjelaskan, pada tahun ini kuota terbatas terutama di wilayah Kedungkandang dan Lowokwaru, di mana jumlah peminat jauh melebihi kapasitas.
"Hal ini menjadi evaluasi kami untuk menambah paket di tahun berikutnya," ujar Bayu.
Baca Juga: Sempat Timbulkan Antrean Panjang, Pemkot Geser Lokasi Pasar Murah ke Kantor Kejari
Menurut Bayu, keterbatasan kuota pada 2025 bukan sepenuhnya kesalahan penyelenggara. Proses penganggaran pemerintah daerah dilakukan satu tahun sebelumnya sehingga sulit memprediksi lonjakan permintaan masyarakat.
"Untuk tahun ini karena anggaran sudah ditetapkan, paket yang tersedia hanya 1.300. Penambahan baru bisa dilakukan tahun depan," katanya.
Baca Juga: Evaluasi Pasar Murah, Gunakan Kupon, Penerimanya Ditentukan Pihak Kelurahan
Politisi PKS itu juga menekankan, pelaksanaan pasar murah sebaiknya tidak lagi menggunakan sistem antrean. "Lebih baik menggunakan kupon. Penerima ditentukan pihak kecamatan dan kelurahan sesuai kondisi keuangan. Per kecamatan 5.000 paket sembako bisa dibagi per kelurahan, sehingga masyarakat tidak sampai kehabisan," jelasnya.
Usulan ini diharapkan dapat membuat program pasar murah lebih terorganisir dan merata, sekaligus meningkatkan kepuasan masyarakat yang menjadi sasaran bantuan.
Penulis: Andika Satria
Editor : Aditya Novrian