MALANG KOTA - Kemandirian air terus ditingkatkan. Pada tahun ini, Perumda Tugu Tirta menambah produksi air bersih hingga 210 liter per detik. Penambahan produksi ini berasal dari dua sumber di Kota Malang.
Rinciannya, Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Sumbersareh akan memproduksi 50 liter per detik. Sedangkan SPAM Merjosari memproduksi hingga 160 liter per detik.
Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Priyo Sudibyo menyampaikan, pembangunan dua SPAM ini merupakan bantuan pemerintah pusat.
Untuk proyek SPAM Sumbersareh dianggarkan Rp 10 miliar. Sedangkan SPAM Merjosari Rp 15 miliar.
"Total kami mendapatkan bantuan pembangunan SPAM Rp 25 miliar. Akhir Maret nanti mulai tanda tangan kontrak, setelah itu bisa langsung dikerjakan," jelas pria yang akrab disapa Bogank itu, pada konferensi pers persiapan Tugu Tirta jelang Hari Raya Nyepi dan Lebaran Jumat (13/3).
Bogank menerangkan, dengan tambahan ini mengurangi ketergantungan produksi air dari sumber di Kota Batu. Meskipun demikian, pihaknya tidak akan langsung memutus kontrak kerja sama dengan Pemkot Batu.
"Nanti dari dua SPAM itu akan digunakan masyarakat Kota Malang di sisi barat (Lowokwaru). Kami sedikit demi sedikit, mengurangi ketergantungan dengan daerah lain," tutur pria kelahiran Surabaya itu.
Terkait persiapan memjelang dua momen penting, Bogank memastikan petugas Tugu Tirta bersiap 24 jam. Selama libur Nyepi dan Lebaran, disiapkan satu tim yang terbagi dalam tiga shift. "Setiap tim ada delapan personel," ungkapnya.
Bogank menekankan, jika ada keluhan pelanggan bisa menghubungi secara langsung call center Perumda Tugu Tirta. Pihaknya bakal mengupayakan penyelesaian gangguan maksimal 1x24. Dengan catatan harus menunjukkan nomor pelanggan.
Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Indra Permana mendukung rencana pembangunan dua SPAM. Menurutnya, ini langkah yang diperlukan mengingat terus bertambahnya pelanggan setiap tahun. "Pelayanan juga harus diperhatikan, jangan sampai menambah produksi tetapi masih banyak gangguan," tegasnya. (adk)
Editor : A. Nugroho