MALANG KOTA – Selain jumlah penumpang mudik Lebaran di Malang tak seramai dulu, juga dibanyangi ancaman longsor dan banjir. Hal itu diketahui setelah PT KAI Daop 8 Surabaya melakukan pengecekan jalur.
Di Malang Raya dilakukan mulai dari Malang sampai Wlingi, Kabupaten Blitar. Ada beberapa temuan selama pengecekan. Namun sifatnya minor dan sudah dilakukan perbaikan.
Temuan dari hasil inspeksi antara lain petak jalan kereta api Blimbing-Malang yang berpotensi rawan banjir. Lalu petak jalan kereta api Kepanjen-Ngebrug dan petak jalan kereta api Pohgajih-Kesamben yang masing-masing dibayangi bencana longsor.
Baca Juga: Sanksi Keras Menanti ASN Pemkot Malang yang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
"Untuk mengantisipasi kondisi rawan banjir maupun rawan longsor, kami akan menyiagakan personel selama 24 jam di sekitar lokasi," ujar Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono kemarin.
Terpisah, Kepala UPT Bandara Abdulracman Saleh Purwo Cahyo Widyatmoko mengatakan, pihaknya memprediksi ada peningkatan jumlah penumpang pesawat. Peningkatannya berkisar 20-25 persen atau 1.400-1.500 penumpang. Baik penumpang yang datang maupun berangkat.
Baca Juga: Lebaran Penumpang di Malang Tak Seramai Dulu
"Untuk 1.500 penumpang diperkirakan pada arus mudik pada 18 Maret nanti," beber Cahyo.
Seluruh penumpang akan dilayani menggunakan maskapai Batik Air dan Citilink Indonesia. Pada momentum Lebaran tahun ini ada 6 penerbangan rute Jakarta - Malang. Dengan rincian 4 penerbangan Batik Air dan 2 penerbangan Citilink Indonesia. Hingga kemarin belum ada maskapai yang mengajukan extra flight atau penerbangan tambahan.
Dalam menyambut Lebaran, pihaknya membuka posko angkutan Lebaran pada 13-30 Maret depan. Selain posko angkutan Lebaran, lanjutnya, ada pos pantau pengamanan di area pintu gerbang bandara, terminal keberangkatan, terminal kedatangan, kantor UPT, dan area pintu masuk loket mobil.
Persiapan lainnya berupa tambahan personel pengamanan dari Lanud Abdulrachman Saleh. Selain itu, ada pos pelayanan kesehatan di terminal keberangkatan dan badan kekarantinaan kesehatan. (aff/mel/dan)
Editor : A. Nugroho