MALANG KOTA - Program becak listrik diklaim belum memiliki arah yang jelas sejak diluncurkan bulan Januari lalu. Pendapatan tukang becak yang menerima bantuan itu masih minim. Karena itu, legislator mendesak Pemkot Malang segera membuat ekosistem mendukung becak listrik.
Baca Juga: Pemkot Malang Mulai Rancang Legalitas untuk Paguyuban Becak Listrik
Becak listrik merupakan bantuan dari Presiden. Sebanyak 200 penerima mendapatkan kendaraan itu tanggal 20 Januari 2026. Sayangnya, hingga saat ini program becak listrik belum terintegrasi dengan sektor pariwisata.
Seorang tukang becak listrik Bambang mengatakan, kondisi ekonominya masih memprihatinkan. Pendapatannya masih tidak menentu. Pernah tiga hari hanya mendapatkan Rp 15 ribu. ”Kadang dalam sehari tidak ada penumpang. Bahkan akhir-akhir ini tiga hari cuma satu penumpang,” bebernya.
Minimnya penghasilan yang didapat membuat Bambang dan rekan-rekannya jarang pulang ke rumah. Kerap bertahan hidup dengan bantuan makanan, sembako maupun pemberian dari orang lain. (adk/gp)
Editor : A. Nugroho