MALANG KOTA - Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, kepadatan penumpang di Terminal Arjosari tampak terlihat sejak 13 Maret lalu. Kepala Terminal Tipe A (TTA) Arjosari Mega Perwira Donowati memberi contoh pada 15 Maret lalu. Saat itu, jumlah penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) mengalami kenaikan.
Untuk AKAP, berada di kisaran 300 sampai 600 penumpang. Sementara AKDP berada di kisaran 3.000 sampai 4.000 penumpang. Hal serupa juga terjadi kemarin (16/3). Karena jumlah penumpang yang terus meningkat, sejumlah perusahaan otobus (PO) mengajukan penambahan armada untuk kebutuhan insidental.
”Ada sebanyak 10 PO yang mengajukan penambahan armada. Total yang ditambah sebanyak 22 armada,” beber Mega. Armada yang ditambah untuk kebutuhan insidental sudah termasuk bus pariwisata untuk mudik gratis. Ada yang berasal dari mudik gratis Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI dan banyak lainnya.
PO yang mengajukan penambahan armada seperti Cititrans, Bagong, Tividi, hingga Juragan99. ”Mereka mengajukan penambahan sejak sepekan lalu,” ucapnya. Mega memastikan seluruh armada yang diajukan sudah laik jalan. Itu setelah pihaknya melakukan ramcek.
Untuk bus AKAP, lanjut Mega, kedatangan dan keberangkatan didominasi dari daerah di Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, dan Bali. Rata-rata penumpangnya bisa sampai 1.200 per hari selama arus mudik. Di jalur itu, terjadi kenaikan jumlah penumpang sekitar 30 persen dibanding hari biasa.
Sementara untuk bus AKDP, Mega menyebut masih didominasi keberangkatan dan kedatangan dari Surabaya, Jember, Blitar, Banyuwangi, dan Madura. Rata-rata penumpang hariannya mencapai 8,4 ribu orang selama arus mudik Lebaran. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra