Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Agus Widodo mengatakan, para tenaga kesehatan disiagakan di pos pengamanan (pos pam. Lokasinya ada di dekat jembatan Soekarno-Hatta (Suhat), dekat Alun-Alun Merdeka, dan Exit Tol Madyopuro.
”Satu lagi di pos pelayanan (pos yan) yang ada di dekat Stasiun Malang pintu barat,” kata dia. Di setiap pos, terdapat minimal dua tenaga kesehatan. Mereka berasal dari puskesmas maupun fasilitas kesehatan lain. Seperti klinik atau rumah sakit yang bermitra dengan Dinkes Kota Malang.
”Tapi mereka tidak jaga penuh. Melainkan bergantian selama satu shift,” sambung Agus. Selama berada di pos, para tenaga kesehatan bisa membantu memberikan perawatan darurat kepada pemudik. Sebab, berkaca dari tahun lalu, sering ditemukan pemudik yang mengalami pusing hingga riwayat hipertensi.
Beruntung, tidak ada yang sampai membutuhkan perawatan lanjutan di rumah sakit. Selain tenaga kesehatan, ada pula tenaga pengobatan tradisional (batra). Namun untuk tenaga batra hanya tersedia di pos yang dekat Stasiun Malang.
Mereka bisa memberikan pemijatan kepada pemudik yang membutuhkan. Lalu ada tenaga kesehatan dari PMI dan Public Safety Centre (PSC) 119 Kota Malang.
”Kemudian, kami mempersiapkan ambulans di masing-masing pos. Dengan demikian jika ada pemudik atau warga yang butuh dibawa ke rumah sakit bisa diantar menggunakan ambulans,” tutur Agus.
Pejabat eselon III B Pemkot Malang itu juga sudah meminta seluruh fasilitas kesehatan membuka IGD selama 24 jam selama arus mudik Lebaran. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra