Nasional Internasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Peristiwa Olahraga Wisata-Kuliner Ekonomi-Bisnis Opini Pendidikan Politik Sosok

Longsor dan Pohon Tumbang Tutup Jalan Alternatif di Kedungkandang

Nabila Amelia • 2026-03-18 10:41:15
TERJADI SENIN MALAM: Longsor yang terjadi di Jalan H Ali Nasrudin, perbatasan RW 2 dan RW 7, Kelurahan Kedungkandang, Senin malam (16/3) juga disertai pohon tumbang. (Darmono / Radar Malang)
TERJADI SENIN MALAM: Longsor yang terjadi di Jalan H Ali Nasrudin, perbatasan RW 2 dan RW 7, Kelurahan Kedungkandang, Senin malam (16/3) juga disertai pohon tumbang. (Darmono / Radar Malang)

MALANG KOTA - Bencana tanah longsor sekaligus pohon tumbang terjadi di Jalan H Ali Nasrudin, perbatasan RW 2 dan RW 7, Kelurahan Kedungkandang, Senin malam (16/3). 

Akibatnya, jalan alternatif yang menghubungkan antara Kelurahan Sawojajar dengan Kelurahan Kedungkandang tertutup total. Jalan alternatif itu menghubungkan Jalan Dirgantara (dekat Mie Gacoan Sawojajar) dengan Jalan Muharto (seberang Pasar Kedungkandang) dan Jalan Ki Ageng Gilribig. 

Kasi Sarana Prasarana Kelurahan Kedungkandang Titik Suwartini menjelaskan, sebelumnya jalan alternatif di sana sudah ditutup karena pernah ada longsor.

Namun penutupan belum dilakukan secara total. Warga hanya menggunakan tong untuk menutup aksesnya. 

”Motor juga masih bisa lewat, tapi sekarang seluruh akses jalan alternatif itu sudah ditutup total,” imbuh Titik. Dari pengamatan Jawa Pos Radar Malang kemarin siang (17/3), masih banyak pengendara motor yang melintas di lokasi. Namun pengendara harus melakukannya secara bergantian.

Sebab, sebagian area di dekat aliran Sungai Kedungkandang yang longsor diamankan menggunakan pita kuning dan beberapa ban. Lebar jalannya sekitar empat meter. Terdiri dari tiga meter untuk jalan dan satu meter area tepi sungai. 

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang Surya Adhi Nugroho menyampaikan, kejadian longsor sekaligus pohon tumbang itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.00. Namun laporan masuk ke pihaknya sekitar pukul 19.20.

”Untuk kronologinya, semula tanah dalam kondisi labil. Itu terjadi akibat hujan selama beberapa hari terakhir,” terang Surya. Selanjutnya, kondisi tanah semakin tidak kuat. 

Karena di atasnya tumbuh pohon beringin dengan tinggi 15 meter dan diameter 90 sentimeter. Lalu ada pohon randu yang juga ikut tumbang. Ukuran pohon randu itu setinggi 5 meter dengan diameter 15 sentimeter. Tanah pun mengalami longsor. 

Bagian yang longsor sepanjang 22 meter dan lebarnya 17 meter. Dampaknya, material longsor menutup sebagian sungai di sana. Setelah ada laporan, beberapa personel dari BPBD bersama perangkat setempat sudah meninjau lokasi.

Mereka memastikan tidak ada korban atau kerugian material yang ditemukan. ”Selanjutnya kami tetap melakukan evakuasi yakni pemotongan dahan dan menutup akses jalan di sana,” pungkas dia. (mel/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#longsor kedungkandang #bencana kota malang #Kota Malang #pohon tumbang #kedungkandang