MALANG KOTA – Okupansi hotel biasanya naik jelang Hari Raya Idul Fitri. Kebanyakan kamar dipesan untuk hari kedua hingga hari kelima Lebaran. Namun tahun ini kondisinya berbeda.
Sejumlah hotel mengeluhkan karena tingkat okupansi untuk Lebaan yang belum mencapai target. Melihat pengalaman dari tahun ke tahun, mayoritas hotel umumnya memasang target 100 persen untuk okupansi mereka.
Biasanya, dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri, pemesanan kamar sudah penuh. Sementara hingga kemarin (18/3), target okupansi rata-rata baru terpenuhi 60 sampai 70 persen saja. Muncul kekhawatiran dari pelaku bisnis hotel bahwa tahun ini euforia masyarakat merayakan Lebaran bakal lebih sepi.
Itu terlihat dari fluktuasi okupansi hotel setiap bulan yang semakin menurun. ”Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bulan Januari terkoreksi 15,89 poin secara month to month (mtm) dibanding Desember 2025, okupansi bulan Februari juga tidak menunjukkan peningkatan signifikan,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Umar Sjaifuddin.
Tren penurunan itu diproyeksikan bakal terus terjadi hingga akhir Maret nanti. Sebab, kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih. Selain itu, kunjungan di Kota Malang masih dipenuhi wisatawan Nusantara, yang rata-rata melakukan perjalanan liburan pulang-pergi tanpa menginap di hotel.
”Bahkan dibanding Januari tahun 2025 atau secara year-to-year, okupansi tetap mengalami penurunan 6,61 poin,” lanjur Umar. Terutama untuk okupansi hotel bintang. Penurunannya mencapai 48,68 persen, yaitu 19,59 poin secara mtm dan 4,10 poin secara yty. (aff/by)
Editor : Bayu Mulya Putra