MALANG KOTA - Pos pengamanan (pospam) dan pos pelayanan (posyan) arus mudik sudah dibuka sejak 13 Maret. Cukup banyak warga yang telah memanfaatkan keberadaan dua pos tersebut.
Dari catatan Pemkot Malang, sampai 17 Maret lalu sudah ada 32 orang yang berkunjung untuk memanfaatkan layanan kesehatan di empat pos.
Yakni di Pospam Alun-Alun Merdeka, Pospam Jembatan Soekarno-Hatta (Soehat), Pospam Madyopuro, dan Posyan Stasiun. Setiap pos membuka sejumlah layanan.
Mulai dari pelayanan KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi), pemeriksaan kesehatan, kegawatdaruratan, rujukan, akupuntur, akupressure, hingga herbal.
Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Agus Widodo merinci, ada satu orang yang memanfaatkan pelayanan KIE. Kemudian, sebanyak 11 orang memanfaatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan.
”Pemeriksaan kesehatannya bermacam-macam. Bisa cek tensi hingga pemberian pengobatan dasar yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di masing-masing pos,” ucap Agus.
Dia menyebut, ada tiga orang yang memanfaatkan pemeriksaan kesehatan di Pospam Alun-Alun Merdeka, enam orang di Pospam Jembatan Soehat, dan dua orang di Posyan Stasiun.
Menurut Agus, pemeriksaan dilakukan karena ada orang-orang yang memiliki kondisi tertentu. Seperti di Posyan Stasiun, ada dua orang yang tercatat berkunjung karena memiliki riwayat hipertensi.
Serta satu orang yang terjangkit influenza. ”Temuan lain dilaporkan oleh tenaga kesehatan di Pospam Alun-Alun Merdeka. Ada 3 orang yang mengalami myalgia atau nyeri otot,” sebut dia.
Selain pemeriksaan kesehatan, ada 20 orang lainnya yang memanfaatkan layanan akupresur. Itu adalah teknik pengobatan tradisional yang menggunakan teknik penekanan jari, siku, atau alat bantu di titik-titik tubuh tertentu.
Tujuannya untuk meredakan ketegangan otot hingga memperlancar sirkulasi darah. Agus menambahkan, para tenaga kesehatan masih akan bersiaga di masing-masing pos sampai 25 Maret mendatang. Dalam satu shift, disiagakan dua orang tenaga kesehatan.
Ada yang berasal dari puskesmas maupun fasilitas kesehatan lain yang menjadi mitra Dinkes Kota Malang. Di samping tenaga kesehatan, ada PMI dan Public Safety Centre (PSC) 119 Kota Malang yang juga siaga. Tujuannya untuk membantu masyarakat yang mengalami kondisi gawat darurat. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra