MALANG KOTA, RADAR MALANG - Selama libur Lebaran, antusiasme pengguna Bus Trans Jatim mengalami peningkatan. Itu bisa dilihat dari armada yang selalu penuh dengan penumpang. Bahkan banyak warga yang tidak kebagian tempat duduk.
Dari pantauan wartawan koran ini, lonjakan penumpang terjadi sejak hari Minggu (22/3). Baik dari arah Terminal Hamid Rusdi maupun Kota Batu, armada Trans Jatim tampak selalu penuh. Dari arah Malang, banyak penumpang yang memilih tujuan akhir di Terminal Batu.
Kemarin (23/3), lonjakan penumpang masih terlihat, seperti di Halte Koridor Kajoetangan Heritage. Penumpang yang menunggu di halte tersebut lebih dari 20 orang. Saat bus melintas, kursi sudah penuh sehingga mereka belum bisa masuk.
Baca Juga: Pemprov Jatim Gratiskan Bus Trans Jatim Selama Dua Hari Lebaran
Mega Kristiani, salah satu penumpang, menyampaikan alasan menggunakan Trans Jatim untuk berlibur. Bersama dengan dua anaknya, dia memilih Terminal Batu sebagai tujuan akhir. “Rencananya saya mau ke Jatim Park 3, sekalian mau mencoba bus ini,” terangnya.
Menurut Mega, layanan Trans Jatim sudah cukup bagus. Jadwalnya pun tepat waktu sesuai aplikasi. Hanya saja kapasitasnya masih kurang. “Kalau libur seperti ini harapannya bisa ditambah agar tidak ada yang berdiri,” harap dia.
Untuk diketahui, jeda Bus Trans Jatim antara satu armada dengan lainnya sekitar 15 menit. Satu armada bus berkapasitas 30 hingga 40 penumpang, termasuk yang berdiri.
Baca Juga: Kecamatan Blimbing dan Sukun Belum Masuk Peta Pengembangan Bus Trans Jatim
Pada tanggal 21 Maret dan 22 Maret lalu, Pemprov Jatim menggratiskan tarif Bus Trans Jatim dalam rangka memperingati Lebaran.
Koordinator Wilayah (Korwil) VIII Trans Jatim Malang Raya, Ridwan A. Hartawidjaja, menerangkan bahwa pada libur Lebaran seluruh armada tetap beroperasi. Total ada 15 bus. “Selama dua hari saat tarif digratiskan, jumlah penumpangnya 4.159 orang,” ujarnya.
Sebelumnya, pengelola Trans Jatim memperkirakan jumlah penumpang akan turun pada hari pertama dan kedua Lebaran. Namun, dari data tersebut terlihat jumlah penumpang masih stabil.
Sebab, pada hari biasa saat Ramadan, jumlah penumpang rata-rata di bawah 2.000 orang per hari. “Hari biasa jumlah penumpang biasanya 1.900 orang,” tutur Ridwan.
Nur Aulia, penumpang lainnya, memilih menggunakan Trans Jatim sebagai angkutan jarak pendek. Dia naik dari halte Madyopuro (UM) menuju halte Kawi dengan tujuan berbelanja di Mal Olympic Garden (MOG). “Kebetulan saya kos di Madyopuro,” tuturnya.
Dia mengatakan, menggunakan Trans Jatim tidak hanya saat Lebaran. Biasanya dia naik transportasi itu setiap akhir pekan. “Dibanding naik motor lebih enak Trans Jatim. Tarifnya hanya Rp5 ribu, kemarin dua hari (pas Lebaran) gratis,” tandas mahasiswa UM tersebut. (adk/by)
Editor : A. Nugroho