MALANG KOTA, RADAR MALANG - Tidak semua program Pemkot Malang bisa ter-cover APBD. Sebagian diajukan lewat penganggaran kementerian. Sebagian lagi harus diupayakan lewat dana tanggung jawab sosial perusahaan (TSP) atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Sayangnya, pada awal tahun ini belum terlihat geliat pemkot untuk memaksimalkan program CSR dari pihak swasta. Forum TSP dikabarkan masih menunggu surat keputusan (SK) dari Wali Kota Malang.
Baca Juga: Benahi TPS, Dewan Sarankan Pemkot Maksimalkan CSR dan Minta Bantuan ke Pusat
”Kami dari forum TSP periode sebelumnya masih menunggu perkembangan SK kepengurusan periode 2026 sampai 2028,” kata Ketua Bidang Sosial dan Kemiskinan Forum TSP Kota Malang dr Lisa Setyowati.
Setelah SK kepengurusan berikutnya disahkan, Forum TSP Kota Malang baru bisa menginventarisasi program-program pemkot untuk diajukan mendapatkan CSR. Meski SK kepengurusan Forum TSP Kota Malang belum disahkan, animo sejumlah perusahaan untuk menyalurkan CSR tetap terlihat. Contoh dari Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan (RKZ Malang).
Lisa yang juga menjabat sebagai direktur di RKZ Malang menyebut, pasca-Lebaran, pihaknya akan menyerahkan CSR berupa coverall (alat pelindung diri) dari bahan parasut tahan air. Selain itu ada goggles (kacamata pekerja) dan masker.
”Setiap jenis ada 500 pieces untuk pengelola limbah yang ada di TPA Supit Urang maupun TPS di Kota Malang,” kata dia.
Baca Juga: Opsi Bantuan CSR untuk Perbaikan Sekolah Belum Dimaksimalkan Pemkot
Di luar itu, RKZ Malang juga aktif memberikan CSR kepada tiga panti jompo. Itu rutin dilakukan setiap bulan. Panti jompo yang menjadi sasarannya ada di kawasan Gempol Sukun, kawasan Bareng, dan kawasan Dau. Bentuk CSR yang rutin diberikan berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan.
”Untuk pemeriksaan seperti pemeriksaan tensi, gula darah, kolesterol, hingga asam urat. Sementara pengobatannya sesuai keluhan dari penghuni panti jompo,” sambung Lisa.
Pemberian CSR dari RKZ Malang itu dibenarkan Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang. Dia menyebut untuk tahun 2026, pihaknya mendapat CSR dari beberapa rumah sakit. Selain RKZ Malang, ada dari Persada Hospital, RS Lavalette, dan salah satu rumah sakit Islam di Kota Malang.
”Yang diberikan berupa vitamin dan minuman kesehatan untuk para personel di DLH Kota Malang,” beber Raymond.
Ada pula tempat sampah khusus botol plastik sejumlah enam unit dari RS Lavalette. Di luar rumah sakit, ada CSR berupa 12 drop box atau wadah pengumpul sampah dan tenda dari PT HM Sampoerna.
Selain itu juga perbaikan TPS di kawasan Sumbersari, dekat Tempat Perbelanjaan Sardo. Perbaikan TPS di sana merupakan CSR dari Hotel Pelangi di dekat sana. Sementara kebutuhan-kebutuhan terkait pengolahan sampah lainnya masih diajukan ke pihak swasta lainnya.
Baca Juga: Dana Terbatas, Pemkot Upayakan Bantuan CSR untuk Rawat 96 Taman
Contohnya TPS yang belum tersentuh perbaikan, hingga pengadaan mobil toilet. ”Lalu kami juga mengajukan tambahan biaya perawatan Alun-Alun Merdeka lewat CSR kepada Bank Jatim,” beber Raymond.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bank Jatim juga sempat menyalurkan CSR berupa satu truk tangki air minum. Penyerahannya pada Januari lalu. Truk tersebut selanjutnya digunakan oleh Perumda Tugu Tirta. (adk/mel/by)
Editor : Aditya Novrian