Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jumlah Laka saat Ops Ketupat Semeru 2026 di Kota Malang Meningkat

Nabila Amelia • Jumat, 27 Maret 2026 | 14:38 WIB
TERMONITOR: Pospam Madyopuro yang dibuka pada 13 sampai 25 Maret lalu turut memantau kasus kecelakaan di Kota Malang. (NABILA AMELIA/RADAR MALANG)
TERMONITOR: Pospam Madyopuro yang dibuka pada 13 sampai 25 Maret lalu turut memantau kasus kecelakaan di Kota Malang. (NABILA AMELIA/RADAR MALANG)

 MALANG KOTA, RADAR MALANG - Jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kota Malang meningkat. Selama Ops Ketupat Semeru 2026, 13 sampai 25 Maret lalu, Satlantas Polresta Malang Kota mencatat ada sembilan kecelakaan yang terjadi. 

”Untuk lokasi kejadian kecelakaan menyebar. Seperti di Jalan Ki Ageng Gribig, Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Jalan Tlogomas, Jalan Laksda Adi Sucipto, Jalan Kaliurang, dan Jalan MT Haryono,” beber Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Rio Angga Prasetyo. 

Akibat dari kecelakaan-kecelakaan yang terjadi itu, ada 15 orang yang mengalami luka ringan. Sementara untuk kerugian materiil mencapai Rp 11 juta. 

Jumlah kecelakaan yang terjadi pada Operasi Ketupat Semeru 2026 itu mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun lalu. Sebab, tahun lalu tercatat ada tujuh kecelakaan selama Ops Ketupat Semeru.

Namun korban kecelakaan tahun lalu lebih banyak. Terdiri dari dua korban yang mengalami luka berat dan 15 korban yang mengalami luka ringan.

Meningkatnya angka kecelakaan itu tidak lepas dari perilaku pengendara yang kurang tertib. Untuk itu, pihaknya juga memantau pengendara yang melanggar aturan lalu lintas. Seperti pengendara yang tidak menggunakan helm, berboncengan lebih dari dua orang, hingga tidak mematuhi rambu-rambu. 

”Namun, dalam operasi ketupat tahun ini, kami lebih mengedepankan pelayanan kepada masyarakat yang melakukan mudik, pengamanan pelaksanaan ibadah, dan kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya,” imbuh mantan Kasat Lantas Polres Blitar tersebut.

Rio juga menyebut ada beberapa kawasan yang terpantau padat selama libur Lebaran. ”Kami punya tim urai yang disebar di enam lokasi rawan kepadatan,” kata dia. Wilayah yang dia maksud meliputi kawasan utara dekat Perumahan Graha Kencana. 

Kemudian di Jembatan Kedungkandang, sebelah barat di dekat Desa Landungsari. Sebelah selatan di Kecamatan Sukun. Sebelah tengah di Jalan Ahmad Yani, Blimbing. Pihaknya juga memantau kawasan-kawasan yang menjadi pusat keramaian. Salah satunya yakni Kajoetangan Heritage. 

Rio melanjutkan, tim urai bergerak jika sudah ada laporan dari masyarakat. Mereka juga mengandalkan pemantauan dari Google Maps yang menunjukkan warna merah. Mereka turun ke lokasi sebelum volume kendaraan semakin bertambah. (mel/by)

 

Editor : Bayu Mulya Putra
#laka malang #POLRESTA MALANG KOTA #lalin #Laka Kota Malang #kecelakaan