Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Malang Siapkan Dua Skema Efisiensi BBM, ASN Bakal Rasakan Kebijakan Ini

Andika Satria Perdana • Jumat, 27 Maret 2026 | 11:40 WIB
HARUS BERADAPTASI: Sejumlah ASN Pemkot Malang mengikuti kegiatan apel pagi di halaman Balai Kota, beberapa waktu lalu (foto:Darmono/Radar Malang).
HARUS BERADAPTASI: Sejumlah ASN Pemkot Malang mengikuti kegiatan apel pagi di halaman Balai Kota, beberapa waktu lalu (foto:Darmono/Radar Malang).

 MALANG KOTA - Skema Work From Home (WFH) kemungkinan tidak diberlakukan di lingkungan Pemkot Malang. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memilih opsi lain untuk penghematan BBM. Salah satunya, hari bebas kendaraan bermotor khusus ASN. 

Perlu diketahui, beberapa pemerintah daerah (Pemda) mulai menyusun skema efisiensi BBM. Salah satu opsi yang mengemuka adalah WFH selama sekali dalam satu minggu. Efisiensi itu sebagai antisipasi potensi pasokan BBM di wilayah terganggu akibat konflik di Timur Tengah.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan, perihal WFH ASN ini belum ada instruksi dari pemerintah pusat. Hanya saja, pemkot mulai memikirkan berbagai langkah alternatif saat kebijakan itu diterapkan. ”Sementara ini pemda sendiri yang mencoba untuk melakukan efisiensi,” terangnya. 

 Menurutnya, pihak Pemkot memilih mendorong ASN menggunakan sepeda saat berangkat kerja setiap Jumat. Selain itu, aktivitas fisik seperti senam pagi juga akan digalakkan sebagai rutinitas bersama. ”Karena banyak teman-teman ASN ini kan senang bersepeda. Kebetulan hari Jumat ditambah senam, jadi sekalian,” jelasnya.

 Program tersebut tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan gerakan kebersihan lingkungan. Setelah berolahraga, ASN akan diajak mengikuti kegiatan Jumat Bersih.

Selain bersepeda, opsi efisiensi lainnya yang mulai dipikirkan adalah dengan memaksimalkan transportasi umum. Rencananya, para ASN diminta menggunakan fasilitas tersebut. Seiring dengan layanan angkutan umum yang sudah menjangkau pusat kota.

 Contohnya bus TransJatim yang kini telah melintasi kawasan Balai Kota Malang. ”Kalau tidak punya sepeda, bisa naik angkutan umum. Sekarang sudah ada TransJatim yang lewat Balai Kota, itu bisa dimanfaatkan,” tandas mantan Sekda Kabupaten Malang tersebut.

 Selain di lingkungan Pemkot Malang, wacana efisiensi BBM juga menyasar kegiatan belajar siswa. Pembelajaran secara daring jadi salah satu opsi. Tapi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana mengatakan, pembelajaran tetap lebih efektif dilakukan secara luring. 

Menurutnya, pembelajaran daring berpotensi menambah beban orang tua. Terutama dalam hal pendampingan teknis untuk belajar seperti kuota internet. Hal itu berkaca saat pandemi Covid-19. ”Jam tatap muka harus disesuaikan saat daring. Kami khawatir ada penyampaian yang tidak maksimal dan kurikulum tidak memenuhi target,” tutur dia. (adk/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
#BBM #WFH #Wali Kota Malang #pemerintah daerah (pemda) #wahyu hidayat #Pemkot Malang