Nasional Internasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Peristiwa Olahraga Wisata-Kuliner Ekonomi-Bisnis Opini Pendidikan Politik Sosok

Menteri LH Janji Percepat Proyek PSEL di Malang Raya, Target Groundbreaking Tahun Ini

Nahdiatul Affandiah • 2026-03-30 14:30:56
MENUJU ZERO WASTE: Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq membersihkan sampah di area Car Free Day (CFD) Jalan Ijen kemarin (29/3)
MENUJU ZERO WASTE: Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq membersihkan sampah di area Car Free Day (CFD) Jalan Ijen kemarin (29/3)

PENANDATANGAN Perjanjian Kerja Sama (PKS) tiga daerah terkait PSEL mendapat respons positif dari Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq. Dia berkomitmen akan mempercepat realisasi PSEL di Malang Raya.

Hal itu disampaikan Hanif di sela meninjau Car Free Day (CFD) Jalan Ijen kemarin (29/3). 

”Khusus di Kota Malang ini cakupan pengelolaan sampah-nya sudah 99 persen,” ujar Menteri Hanif yang didampingi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat beserta jajaran pejabat Pemkot Malang.

Hanif mengatakan, proyek PSEL yang bakal dibangun itu bersifat subsidi. Untuk itu, lanjutnya, pelaksanaannya sepenuhnya dikendalikan oleh Danantara. Di samping itu, proyek tersebut itu juga bersifat jangka panjang. Paling tidak 20 sampai 30 tahun operasional.

Baca Juga: Tiga Daerah di Malang Raya Resmi Sepakati Proyek Sampah Jadi Listrik: 1.138,9 Ton per Hari!

“Dari aglomerasi Malang Raya, pembangunan waste to energy akan dilakukan di Kabupaten Malang, tepatnya di Kecamatan Pakis,” papar Hanif. 

Dia mengatakan, paling cepat tahun ini bakal dilaksanakan groundbreaking atau penempatan kegiatan utama. Pembangunan proyek PSEL diperkirakan bakal berlangsung selama 2 sampai 3 tahun.

Hanif mengatakan, dia bersama jajaran kepala daerah diberi tenggat waktu sampai 2029 oleh presiden prabowo subianto. Artinya, proyek tersebut harus terlaksana paling lambat tiga tahun lalu.

Di sisi yang lain, Hanif juga menyebut model pengelolaan sampah yang fundamental, yakni gerakan memilah sampah.

“Tanpa gerakan kesadaran memilah sampah dari masyarakat, biaya penyelesaian sampah di hilir bakal berat,” lanjut Hanif.

Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat ikut berpartisipasi dalam gerakan kurve-kurve. Yaitu gerakan nasional melalui Indonesia Asri. Fokusnya untuk membenahi lingkungan secara gotong-royong. Bentuknya bisa berupa aksi satu minggu sekali melakukan pembersihan di lingkungan masing-masing.(aff/dan)

Editor : Aditya Novrian
#PKS #malang #PSEL