MALANG KOTA – Kajoetangan Heritage dan Alun-Alun Merdeka mampu menyedot ribuan wisatawan per hari. Terutama pada momen libur Lebaran. Kemarin (29/3), sekitar 2,7 ribu pengunjung per hari yang memadati area wisata heritage. Tak jauh beda dengan kepadatan di playground alun-alun.
“Puncak kunjungan wisatawan terjadi pada hari Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3), mungkin karena pekan terakhir libur Lebaran,” ujar ujar Mila Kurniawati, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kajoetangan kemarin.
Para pengunjung itu banyak menikmati kuliner es serut pojok, cookies Nyi Aisyiyah, dan ice cream lepen. Total saat ini ada 254 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berada di kawasan Kajoetangan heritage.
Meski jumlah kunjungan wisatawan melonjak dua kali lipat dibanding hari biasanya, Mila menyebut relatif rendah dibanding natal dan tahun baru (Nataru).
Baca Juga: Tiga Pelajar Malang Raih Juara Pertama dan Harapan di Ajang GYS Filipina
“Memang masih lebih ramai saat Nataru lalu. Kunjungannya bisa sampai empat ribu wisatawan per hari,” lanjut dia.
Pengunjung yang hadir didominasi wisatawan domestik. Beberapa wisatawan luar negeri ada, namun tidak sebanyak kunjungan pada Agustus hingga Oktober lalu.
Di pihak lain, Ketua Pokdarwis Kampung Warna-Warni (KWW) Kodar Agus memaparkan adanya peningkatan kunjungan di tempat wisatanya, meski tak signifikan. Terutama dari wisatawan lokal yang selesai merayakan Idul Fitri.
“Peningkatan mungkin sekitar 15 persen dibanding hari biasa,” papar Kodar.
Tahun ini Kota Malang menargetkan 3,4 juta kunjungan wisatawan. Target tersebut naik 10 persen dibanding tahun 2025. Sebab realisasi target wisata pada tahun lalu mencapai 103 persen.
“Tahun lalu kami targetkan 3,3 juta dan realisasinya bisa melebihi itu. Jadi tahun ini optimistis kunjungan wisatawan bisa ditingkatkan lagi,” ujar Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi. (aff/dan)
Disunting kembali oleh: Anna Tasya Enzelina
Editor : Aditya Novrian