MALANG KOTA – Sebanyak tujuh kandidat bakal bersaing merebut kursi ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang. Nama mereka sudah masuk daftar calon ketua dalam Musyawarah Cabang (Muscab) pada Sabtu lalu (28/3).
Dari tujuh kandidat yang berebut takhta PKB tersebut, enam di antaranya merupakan anggota DPRD Kota Malang. Mereka adalah Muhammad Anas Muttaqin, Saniman Wafi, Fathol Arifin, Arief Wahyudi, Ike Kisnawati dan, Putri Aidillah Nurfitriyah Kriswanto. Sedangkan satu nama lain adalah Fatchulah, petahana.
Ketua Panitia Muscab DPC PKB Kota Malang Abdurrohman menuturkan, pada muscab, sebenarnya ada 10 kandidat yang diusulkan kader. Namun setelah disepakati, mengerucut menjadi tujuh nama. "Penetapan tujuh nama dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang ditetapkan DPP PKB," ujar pria yang akrab disapa Abah Dur itu.
Selanjutnya, Abah Dur mengatakan, tujuh nama segera dikirim ke DPW PKB Jatim dan DPP PKB. Mereka akan menjalani seleksi seperti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). Baik soal psikologis hingga ideologis oleh DPP PKB.
Baca Juga: Penandatanganan PKS PSEL, Transformasi Pengelolaan Sampah di Malang Raya Dimulai
“Untuk jadwal uji kelayakan, tergantung dari DPP PKB. Kemungkinan setelah musim haji," terangnya.
Setelah proses pemilihan rampung, dia melanjutkan, ketua terpilih direncanakan bakal dilantik secara serentak oleh DPP PKB. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Malang itu menambahkan, komposisi calon ketua DPC dirasa sangat pas. Sebab, kombinasi antara kader senior dan kader muda. Sehingga bisa saling melengkapi dan mempunyai kelebihan masing-masing. ”Tahap akhir tergantung DPP yang akan menentukan,” tutur Abah Dur.
Lebih lanjut, dia berharap pemilihan ini dapat memunculkan nama terbaik untuk memimpin PKB Kota Malang. Salah satunya mengenai loyalitas kepada partai. “Tentu kami berharap kepemimpinan selanjutnya akan membawa kemenangan di pilkada berikutnya. PKB harus jadi pemenang di Kota Malang,” tandasnya. (adk/dan)
Disunting kembali oleh: Anna Tasya Enzelina
Editor : Mahmudan