MALANG KOTA, RADAR MALANG - Transaksi gadai emas meningkat secara signifikan di Pegadaian. Itu terjadi sejak pekan kedua Ramadan, tepatnya pada awal Maret lalu. Pada hari biasa, hanya ada sekitar 200 penggadai yang hadir di Kantor PT Pegadaian Cabang Malang, Jalan Ade Irma Suryani, Kecamatan Klojen.
Namun sejak satu bulan terakhir, tepatnya mulai Ramadan hingga libur Lebaran, transaksinya meningkat 30 persen. Menjadi 250 penggadai per hari. Mayoritas penggadai memilih emas sebagai barang yang dijaminkan.
Persentasenya hingga 99 persen dari total seluruh transaksi pegadaian. Baik emas perhiasan maupun emas batangan, penggadai biasa mengambil pinjaman uang. Mulai dari Rp 5 juta sampai Rp 10 juta.
Untuk emas perhiasan, kadar emas yang paling sering digadaikan yang mengandung emas 70 hingga 85 persen. Atau, setara kadar 16 sampai 17 karat. Sementara untuk emas batangan, rata-rata yang digadaikan bermerek Antam ukuran 5 gram.
”Tenor pinjaman yang diambil biasanya empat bulan, baik pinjaman kecil maupun besar,” ujar Humas PT Pegadaian Cabang Malang Herlin Ira. Hampir 80 persen penggadai mengaku menitipkan barangnya ke pegadaian untuk biaya persiapan Lebaran.
Sementara 20 persen lainnya untuk biaya masuk universitas dan modal usaha. Herlin menuturkan lonjakan penggadai kembali landai pasca-Lebaran. Berganti nasabah cicil emas dan beli emas yang meningkat. Terutama merek Antam yang paling banyak dicari.
Selain jaminan emas, beberapa debitur gadai juga ada yang menjaminkan kendaraan atau barang elektronik. Biasanya untuk pinjaman di bawah Rp 5 juta, penggadai menjaminkan ponsel atau laptop. ”Untuk jaminan kendaraan, masih didominasi sepeda motor,” lanjut Herlin.
Paling banyak debitur gadai meminjam Rp 8 juta sampai Rp 10 juta untuk jenis barang kendaraan. Sementara untuk jaminan aset seperti surat tanah atau surat rumah, biasanya langsung diarahkan ke kredit modal kerja dengan skema tersendiri.
Salah satu debitur gadai bernama Sinta asal Kecamatan Klojen mengaku menggadaikan gelang emasnya dengan berat sembilan gram. Harganya ditaksir kisaran Rp 5,8 juta.
Dia mengambil pinjaman Rp 5 juta untuk kebutuhan setelah Lebaran. ”Kalau mau dijual sayang, karena mendesak uangnya sudah terpakai saat Lebaran lalu, jadi digadaikan saja,” pungkas wanita berusia 41 tahun itu. (aff/by)
Editor : Bayu Mulya Putra