MALANG RAYA, RADAR MALANG - Tawaran pengadaan feeder (angkutan pengumpan) dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim belum direspons lebih oleh Pemkot Malang. Plt Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kota Malang Anis Januar membenarkan sudah ada pembicaraan informal terkait penawaran feeder.
Namun mekanismenya seperti apa, waktunya kapan, dan rutenya belum ada penjelasan. Anis menyatakan bahwa pada dasarnya pemkot akan mendukung program-program dari atasannya. Baik dari pemerintah pusat maupun Pemprov Jawa Timur. Itu sesuai amanat peraturan pemerintah dan peraturan menteri perhubungan.
Namun sampai sekarang pihaknya masih terus fokus dengan angkot pelajar sekaligus feeder. Nantinya, angkot akan beroperasi untuk menjemput maupun mengantar anak-anak sekolah. Sementara selebihnya, angkot menjadi kendaraan pengumpan.
”Kami masih menunggu pengesahan perwalinya. Sekarang perwalinya akan diusulkan oleh bagian hukum ke Kanwil Kemenkum HAM Jawa Timur untuk harmonisasi,” sambung Anis. Jika memang jadi ada tawaran feeder, pihaknya masih perlu mempertimbangkan.
Menurut Anis, harus dilakukan kajian terkait rute, sarana, maupun prasarana yang akan digunakan. Di tempat terpisah, Kepala Dishub Kabupaten Malang Eko Margianto mengaku, pihaknya belum mendapat informasi terkait penawaran feeder. Namun jika memang ada, tentunya butuh kajian terkait rute dan kebutuhan lainnya.
”Sampai sekarang kami masih fokus menunggu koridor baru yang mengarah ke Kabupaten Malang,” tutur Eko. Untuk diketahui, pemkab berencana mengusulkan rute Bus Trans Jatim. Ada yang mengarah ke Kecamatan Poncokusumo, Kecamatan Kepanjen, dan Kecamatan Gondanglegi. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra