MALANG KOTA-RADAR MALANG – City of Media Arts versi UNESCO jadi identitas baru Kota Malang. Untuk semakin mengukuhkan status tersebut, Pemkot Malang meluncurkan landmark City of Media Arts Rabu lalu (1/4). Landmark dibangun di Alun-alun Merdeka.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan, pengakuan tersebut menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Itu karena, Kota Malang menjadi salah satu kota kreatif dunia di bidang Media Arts. Bahkan, menjadi yang pertama di kawasan Asia Tenggara.
”Ekosistem ekonomi kreatif telah berkembang dan diakui secara internasional. Sekaligus menjadi bukti Kota Malang sejajar dengan Seoul dan Paris, dalam bidang kota kreatif,” ujar orang nomor satu di Pemkot Malang tersebut. Saat ini, terdapat 27 kota di lima benua yang menyandang predikat tersebut.
Status itu menunjukkan komitmen untuk kolaborasi dalam mendukung produksi dan keterlibatan budaya, serta berbagi inspirasi, inovasi teknologi. Sekaligus, memperkuat peran kreativitas dan budaya dalam kehidupan setiap warga dan untuk semua komunitas.
Wahyu optimistis sektor ekraf akan terus tumbuh dan berkontribusi terhadap pembangunan kota. Terlebih adanya 17 subsektor ekonomi kreatif yang sudah berjalan. ”Dengan pencapaian ini selain menjadi kebanggaan, tentu tantangan untuk terus berkembang,” pungkasnya.
Penempatan landmark City of Media Arts di kawasan Alun-alun Kota Malang dipilih dengan pertimbangan aksesibilitas dan kenyamanan masyarakat. Lokasi tersebut dinilai strategis sebagai ruang publik yang ramai dikunjungi. Sekaligus memudahkan masyarakat dan wisatawan untuk berinteraksi dan berfoto tanpa mengganggu arus lalu lintas.
”Alun-alun menjadi salah satu titik dengan aktivitas masyarakat tertinggi. Kami menempatkan di sini agar masyarakat bisa berfoto dan menikmati ruang publik yang nyaman,” terang Wahyu. Ke depan, Pemkot Malang berkomitmen terus mengembangkan industri kreatif melalui berbagai fasilitas dan ekosistem pendukung seperti Malang Creative Center (MCC). (adk/gp)
Editor : Galih R Prasetyo