MALANG KOTA, RADAR MALANG - Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tak hanya disajikan dalam bentuk porsi. Kemarin (2/4), Kota Malang memulai uji coba penyajian MBG secara prasmanan. Sasarannya yakni 1.300 pelajar di MIN 2 Kota Malang, Jalan Kemantren II, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun.
Uji coba dimulai sekitar pukul 09.00. Para pelajar dari kelas 1 sampai kelas 6 diarahkan menuju ke aula sekolah untuk mengambil ompreng dan makanan. Seluruh siswa berbasis dalam lima deret.
Kepala SPPG Sukun Gadang 2 Ita Herlistyawati mengatakan, menu yang disajikan dalam uji coba itu ada nasi. Lalu krecek, sayur labu siam dengan tempe, daging ayam, telur kecap, dan es buah.
Baca Juga: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Pastikan Penyaluran MBG Aman setelah Ramadan
”Uji coba yang kami lakukan sesuai arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam arahannya, apabila ada sekolah yang melaksanakan halalbihalal, maka MBG-nya disediakan secara prasmanan,” jelas Ita. Selain dalam rangka halalbihalal, uji coba itu dilakukan untuk melihat apakah MBG efektif dilakukan secara prasmanan atau tidak.
Selain di MIN 2 Kota Malang, ada 255 porsi lain yang disalurkan. Penerima manfaatnya 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) yang masuk kuota. Kepala MIN 2 Kota Malang Nanang Sukmawan mengapresiasi uji coba MBG prasmanan itu. Sebab, sekolahnya memiliki aula yang cukup luas.
Sebelumnya, pihaknya juga rutin mendapat MBG. Tepatnya sejak bulan Ramadan untuk porsi kering. Karena mendapat distribusi MBG, pihaknya berkomunikasi dengan orang tua. Setelah diamati, MBG yang didistribusikan cukup fresh dan porsinya sesuai.
Baca Juga: Program MBG di Kota Malang Serap Dana Rp 723 Miliar per Tahun
Hanya saja, pihaknya harus menata ulang jadwal istirahat para pelajar. Sebelumnya, ada dua sesi istirahat. Yakni istirahat pertama dan kedua. Untuk MBG disajikan pada istirahat kedua. Porsinya yang disajikan di kelas masing-masing.
Sebelumnya, durasi istirahat kedua berlangsung selama 20 menit. ”Namun kami perpanjang menjadi 30 menit jika ada MBG prasmanan. Karena ada tambahan waktu 10 menit, jadwal pulangnya juga kami tambah 10 menit sehingga tidak mengurangi jam belajar,” jelas Nanang.
Sementara untuk antrean, Nanang menyebut anak-anak relatif bisa diatur. Terutama yang duduk di kelas besar karena rutin diberikan pendidikan karakter. ”Tinggal kami mengondisikan pengambilan lauk. Karena anak-anak kalau lihat lauk yang disukai kan mengambil lebih banyak,” imbuh dia.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang turut hadir bersama perwakilan perangkat daerah mengatakan bahwa dia sempat berdialog dengan para pelajar. Mereka mengungkapkan menu yang disajikan enak, bervariasi, dan memiliki porsi banyak.
”Hasilnya akan segera kami sampaikan kepada BGN untuk dievaluasi,” tutur Wahyu. Sebab, adanya MBG prasmanan itu berpotensi membuat jam pelajaran tersita. Karena itu harus ada penataan kembali. (mel/by)
Editor : A. Nugroho