Produsen Kerupuk dan Keripik di Kota Malang Keluhkan Kenaikan Harga Minyak

Nabila Amelia • Dipublikasikan Kamis, 9 April 2026 | 14:12 WIB
PILIH TAK NAIKKAN HARGA: Salah satu pegawai di pabrik kerupuk di Jalan Gadang Gang 21 B Nomor 3, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun tengah menjemur kerupuk-kerupuk produksinya, kemarin. (Darmono / Radar Malang)
PILIH TAK NAIKKAN HARGA: Salah satu pegawai di pabrik kerupuk di Jalan Gadang Gang 21 B Nomor 3, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun tengah menjemur kerupuk-kerupuk produksinya, kemarin. (Darmono / Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Harga minyak goreng yang ikut melambung dikeluhkan pengusaha kerupuk dan keripik di Kota Malang. Salah satu yang merasakan dampak kenaikan minyak itu yakni Pabrik Kerupuk P Zaenal di Jalan Gadang Gang 21 B Nomor 3, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun. 

Jumali, salah satu pegawai di pabrik itu mengatakan, untuk satu jeriken minyak dengan isi 15 kilogram, kenaikannya berada di kisaran Rp 40 ribu. ”Padahal setiap hari kami membutuhkan paling tidak empat jeriken minyak,” beber Jumali. 

Lelaki yang sudah 20 tahun bekerja di Pabrik Krupuk P Zaenal itu menyebut, kenaikan harga minyak itu berlangsung sejak sebelum Lebaran. Jumali melanjutkan, pihaknya membutuhkan empat jeriken minyak karena jumlah produksi setiap hari juga besar. Mencapai 1,5 kuintal krupuk. 

”Tapi sejauh ini kami belum sampai menaikkan harga kerupuk. Harga kerupuk kecil masih tetap Rp 250 dan kerupuk besar Rp 500. Karena kalau sampai naik, tentunya berdampak juga terhadap para penjual kerupuk,” kata dia. Selain pabrik kerupuk, kenaikan harga minyak juga dirasakan para pedagang keripik tempe di Kampung Tempe Sanan. 

Ketua Pokdarwis Kampung Tempe Sanan Trinil Sri Wahyuni menuturkan, kenaikan harga minyak untuk satu jeriken cukup tinggi. ”Yakni Rp 26.500 untuk satu jeriken ukuran 15 kilogram,” sebut dia.

Itu belum ditambah dengan kenaikan harga kedelai dan harga plastik. Agar tidak rugi, para pedagang harus menyiasati penjualan. Siasat yang dilakukan yakni mengurangi satu sampai dua potongan keripik tempe dalam satu kemasan. Produksinya kini hanya fokus pada pesanan saja. Sebab, kondisi daya beli masyarakat sedang lesu. (mel/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
harga minyak pengusaha kerupuk produsen keripik Kota Malang