MALANG KOTA, RADAR MALANG - Sorotan terhadap usulan pengadaan di program RT Berkelas masuk dalam materi evaluasi. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat coba meluruskannya. Dia menyampaikan bahwa evaluasi program RT berkelas pada tahun ini dilakukan dengan beberapa tujuan.
Yang utama agar manfaat dari program itu bisa dirasakan warga untuk waktu yang panjang. Jika hanya pengadaan meja dan kursi, itu dinilai tak menjawab kebutuhan jangka panjang warga. ”Saya sudah tekankan RT Berkelas harus menjadi program berkelanjutan. Tidak hanya menghabiskan anggaran Rp 50 juta saja,” tegas dia.
Selain tidak berkelanjutan, pengadaan meja dan kursi itu bisa menimbulkan masalah baru. Wahyu menerangkan, banyak RT yang mengajukan usulan meja dan kursi, namun tidak memiliki tempat penyimpanan.
Itu dikhawatirkan bakal digunakan untuk kepentingan pribadi. ”Untuk RT yang belum memiliki tempat penyimpanan, sementara pencairan tahun ini kami tunda dulu,” kata pemilik kursi N1 itu.
Di tempat lain, Camat Kedungkandang Fahmi Fauzan menyebut bahwa usulan dari wilayahnya pada tahun ini masih didominasi bidang infrastruktur. Pada 2027 nanti, usulan di bidang itu bakal lebih terarah atau spesifik. Misalnya untuk perbaikan gorong-gorong.
”Usulan 2026 lebih banyak untuk penanganan banjir, gorong-gorong, dan pembuatan sumur resapan. Selain itu, masyarakat juga mengusulkan penanganan sampah,” terangnya.
Sesuai kamus usulan, pemberdayaan masyarakat juga menjadi aspirasi dari warga Kedungkandang. ”Pembahasan di Kedungkandang tidak ada masalah, selesai sesuai jadwal. Kami selesaikan bersamaan dengan musrenbang, sehingga usulan sudah sampai ke tingkat kota,” papar dia. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra