MALANG KOTA, RADAR MALANG – Langkah Pemkot Malang menata PKL di area Alun-Alun Merdeka mendapat apresiasi dari sejumlah warga. Menanggapi itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi memastikan, setelah revitalisasi memang tidak ada penambahan PKL yang signifikan.
Mereka yang berjualan merupakan pedagang lama di sekitar alun-alun. Diskopindag juga terus memberikan imbauan kepada PKL untuk tidak masuk ke area dalam alun-alun. Meski begitu, masih ada beberapa catatan. Seperti adanya PKL yang berjualan menggunakan trotoar di depan Kantor Pos Malang.
”Seperti arahan pak wali, penempatan (PKL) di Jalan Merdeka Selatan hanya sementara. Nanti Pemkot Malang akan mengintegrasikan beberapa kawasan, sehingga PKL berada di satu titik,” papar Eko.
Anggi Wardhani, salah seorang pengunjung mengapresiasi kondisi Alun-Alun Merdeka yang sekarang. Menurut dia, kondisinya saat ini jauh lebih bersih dibanding sebelum mendapat revitalisasi.
”Kebetulan saya beberapa kali berkunjung. Baik saat sebelum maupun sesudah direvitalisasi,” kata perempuan yang tinggal di Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang tersebut.
Anggi menyoroti sisi kebersihan setelah PKL dilarang masuk ke Alun-Alun Merdeka. Dulu, dia mendapati banyak pedagang. Sekarang para pedagang sudah ditata di luar alun-alun. ”Selama dua jam di alun-alun saya belum menemukan pedagang yang nyelonong masuk ke dalam alun-alun,” imbuh dia.
Selain bebas pedagang, Anggi juga menyebut bahwa kondisi kamar mandi sekarang lebih bersih. Meski harus membayar Rp 2 ribu, dia tidak keberatan. Hanya saja, dia menyayangkan masih ada orang-orang yang merokok di dalam area alun-alun. Terutama di dekat playground.
”Tadi saya lihat ada beberapa. Akhirnya saya menjauh agak ke pinggir karena saya memang tidak bisa mencium asap rokok,” terangnya. Dia berharap ke depan ada denda bagi pengunjung Alun-Alun Merdeka yang kedapatan merokok sembarangan.
Senada dengan Anggi, salah satu pengunjung lain yang bernama Cahyanti juga mengaku senang berkunjung ke alun-alun yang sekarang. Sebab alun-alun sudah jauh lebih bersih. ”Mungkin perlu menambah tempat sampah saja,” ucap perempuan asal Kecamatan Tumpang itu.
Terkait banyaknya perokok, Cahyanti relatif memakluminya. Selama tidak dilakukan di dekat playground. Sebab para suami yang ikut menunggu anak biasanya tidak betah jika tidak merokok. (adk/mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra