MALANG KOTA, RADAR MALANG – Kabar meninggalnya Imam Muslimin pada Senin (13/4) kembali menarik perhatian publik. Sosok yang dikenal sebagai Yai Mim itu sebelumnya sempat menjadi sorotan karena perselisihan dengan tetangganya pada tahun 2025.
Yai Mim dikenal oleh masyarakat sebagai warga yang sempat viral di media sosial. Namanya mencuat setelah terjadi konflik dengan Nurul Sahara, tetangga di lingkungan tempat tinggalnya.
Berdasarkan informasi yang beredar pada saat itu, perselisihan antara Yai Mim dan Sahara dipicu oleh jalan yang digunakan untuk memarkir kendaraan usaha rental milik Sahara.
Baca Juga: Breaking News: Yai Mim Tutup Usia pada Senin 13 April, UIN Malang Sampaikan Duka
Mulanya, kedua belah pihak memiliki hubungan baik dan tidak ada masalah dalam penggunaan lahan parkir yang berada di depan rumah Yai Mim di Perumahan Joyogrand Kavling Depag III Atas, Kelurahan Merjosari, Kota Malang.
Situasi mulai memanas ketika Yai Mim merasa akses keluar masuk mobilnya terganggu karena keberadaan mobil Sahara. Ia juga mengklaim jalan depan rumahnya merupakan tanah yang sudah diwakafkan Yai Mim untuk jalan umum.
Keberatan itu muncul karena lahan lahan yang dimaksudkan untuk kepentingan umum justru digunakan untuk kepentingan pribadi.
Baca Juga: Penyebab Kematian Terungkap, Polisi Pastikan Yai Mim Meninggal karena Asfiksia
Di sisi lain, Sahara berpendapat bahwa jalan tersebut bukan milik Yai Mim yang telah diwakafkan sehingga keberadaannya sebagai jalan umum sah dan bisa digunakan oleh masyarakat setempat.
Konflik semakin meluas ketika video Yai Mim yang berguling-guling di tanah viral di media sosial. Ia kemudian mengakui tindakan tersebut sebagai sebuah drama yang dijalankan untuk mendapatkan reaksi dari sahara.
Hal itu lantas membuat Yai Mim sempat dimintai keterangan oleh pihak UIN Malang dan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Pada akhir September 2025, ia mengundurkan diri sebagai dosen di UIN Malang.
Perselisihan berlanjut saat Yai Mim tidak hadir dalam upaya mediasi yang difasilitasi oleh pemerintah kelurahan. Perkara tersebut akhirnya bergulir ke jalur hukum, keduanya saling melaporkan atas dugaan pencemaran nama baik ke Polresta Malang Kota.
Yai Mim juga dilaporkan dalam kasus pelecehan seksual dan pornografi pada akhir Oktober 2025 oleh Sahara. Ia diperiksa oleh penyidik dan kemudian resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Yai Mim ditahan sejak 19 Januari 2026 di Polresta Malang Kota. Pada Senin (13/4), ia dinyatakan meninggal dunia. Pihak kepolisian mengungkapkan penyebab meninggalnya adalah karena asfiksia, yaitu kondisi berkurangnya pasokan oksigen secara signifikan.
Editor : Aditya Novrian