MALANG KOTA-RADAR MALANG - Kalangan legislatif mendesak Pemkot Malang melakukan langkah strategis terkait retakan bangunan di Pasar Besar Malang. Pemkot diminta membongkar seluruh bagian taman yang berada di lantai tiga. Terkait hal itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat masih menunggu hasil evaluasi.
Rekomendasi pembongkaran bagian taman disampaikan setelah peninjauan, Selasa (14/4). Dari hasil pengamatan di lokasi, DPRD Kota Malang melihat bagian taman memberikan beban lebih kepada dinding pembatas di lantai tiga. Kondisi itu menyebabkan ambrolnya pembatas di bagian timur tahun 2025. Kemudian pada 2026, pemkot mengidentifikasi ada keretakan di bagian barat.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan, setelah mendapat informasi keretakan bangunan, dirinya telah menginstruksikan dinas teknis untuk mengecek kondisi bangunan. Menurutnya, langkah pembongkaran tidak bisa langsung dilakukan saat ini.
Salah satu alasannya, dikhawatirkan bakal berdampak pada struktur bangunan lainnya. Wahyu menekankan, perlu ada pengecekan secara teknis untuk kekuatan bangunan tersebut. ”Jangan sampai nanti diputuskan cepat, malah mengubah struktur bangunan dan lebih membahayakan,” tandasnya.
Orang nomor di Pemkot Malang itu menegaskan, untuk pembongkaran bagian taman itu memang mudah. Tetapi pihaknya memikirkan dampak lain. Sehingga, harus menunggu hasil evaluasi dari dinas teknis, untuk membuat keputusan selanjutnya.
Berangkat dari itu, akan disterilkan terlebih dulu. Sebagai langkah antisipasi dari dampak retakan bangunan. ”Jika memang aman untuk dibongkar pasti segera dilakukan. Keputusannya akan keluar minggu ini,” terang pemilik kursi N1 itu. (adk/gp)
Editor : Galih R Prasetyo