MALANG KOTA, RADAR MALANG – Pemkot Malang siap merespons naiknya harga beberapa kebutuhan pokok. Mereka sudah menyiapkan dana darurat melalui Belanja Tidak Terduga (BTT). Aplikasinya bisa dilakukan dengan operasi pasar.
”Kami sudah mendapatkan instruksi dari Kemendagri untuk memantau harga bahan pokok. Saat ini tinggal menunggu instruksi lanjutan,” terang Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Dia mengakui, dampak konflik global mulai terasa. Sejumlah harga bahan pokok di Kota Malang mulai melonjak di pasaran.
Untuk meresponsnya, dia memastikan bahwa pemkot sudah menyiapkan beberapa kebijakan. Setiap keputusan akan didasarkan pada data serta disesuaikan dengan regulasi pemerintah pusat. tutur dia. Salah satu opsi yang disiapkan yakni pemberian subsidi terhadap komoditas tertentu melalui skema BTT.
Namun, realisasi kebijakan tersebut masih menunggu persetujuan pemerintah pusat. ”Anggaran sudah disiapkan jika nanti disetujui untuk melakukan intervensi pasar,” tambah dia. Kebijakan itu diharapkan mampu menekan harga di tingkat konsumen.
Sekaligus menjaga daya beli masyarakat tetap stabil di tengah tekanan ekonomi global. Pos anggaran BTT dinilai fleksibel dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan mendesak.
Termasuk untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. Namun dengan catatan harus memenuhi sejumlah syarat. ”BTT tidak hanya menunjang perekonomian, hal-hal lain yang sifatnya darurat juga bisa dipenuhi lewat BTT,” papar Wahyu.
Selain kebutuhan pokok, Pemkot Malang juga menyoroti kelangkaan minyak goreng bersubsidi ”Minyakita” di pasaran. Pemkot telah berkoordinasi dengan Bulog untuk menelusuri kendala distribusi. ”Itu agar kami tahu apakah (kelangkaan) karena distribusi atau faktor lain,” kata dia.
Wahyu menegaskan, stabilitas harga dan keterjangkauan kebutuhan pokok menjadi prioritas utama Pemkot Malang. Dia memastikan, kebijakan yang diambil bakal berbasis data dan selaras dengan kebijakan pemerintah pusat. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra