Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Banjir Berulang di Madyopuro, Pemkot Malang Bakal Bangun Embung di Sungai Amprong

Nabila Amelia • Kamis, 23 April 2026 | 18:08 WIB
CEK LAPANGAN: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (depan) meninjau aliran Sungai Amprong di Kelurahan Madyopuro, Kedungkandang, kemarin (22/4). (DARMONO/RADAR MALANG)
CEK LAPANGAN: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (depan) meninjau aliran Sungai Amprong di Kelurahan Madyopuro, Kedungkandang, kemarin (22/4). (DARMONO/RADAR MALANG)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Embung bakal dibangun Pemkot Malang di wilayah Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang. Itu dilakukan untuk menindaklanjuti banjir yang sudah terjadi lima kali di Gang Mirej, Kedungkandang. 

Banjir yang terjadi itu bersifat kiriman. Kini pemkot sedang mencari solusi untuk mengatasi banjir rutinan tersebut. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, banjir di sana disebabkan beberapa faktor. Mulai dari keberadaan bangunan, timbunan sampah, hingga sedimentasi yang membuat Sungai Amprong semakin menyempit. 

Baca Juga: Sudah Ada Perda yang Baru, Pemkot Malang Bersiap Tertibkan Bangunan Liar yang Jadi Penyebab Banjir

Karena penyempitan yang terjadi itu, setiap hujan lebat, air tidak bisa tertampung. Air pun meluber ke jalan dan rumah-rumah warga. Seperti yang terjadi pada akhir Desember 2025 lalu. Tinggi air mencapai pinggang orang dewasa. Puluhan rumah terendam dan sekitar 45 orang harus dievakuasi dari sana. Kemudian, banjir juga terjadi tahun 2026

”Karena berdampak, kami akan mencari solusinya. Kami juga sudah bertemu dengan warga,” kata Wahyu saat meninjau Gang Mirej, kemarin (22/4).

Dari hasil pertemuan itu, ada beberapa usulan jangka pendek, menengah, maupun panjang yang disampaikan warga. Untuk solusi jangka pendek, Wahyu menyebut ada rencana pengurukan.

Baca Juga: Pemkot Malang Klaim Banjir Sudah Cepat Surut di Beberapa Titik berkat Masterplan Drainase

”Sementara jangka panjangnya kami akan membuat embung untuk menarik sudetan,” sambung dia.

Dengan keberadaan embung, aliran air yang terkumpul saat hujan lebat bisa tertampung. Kemudian, jika hujan sudah selesai, aliran air bisa dialirkan. Namun, belum disampaikan secara detail terkait rencana pembangunan embung.

Pihaknya masih harus duduk bersama dengan lintas sektor. Termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Sebab, aliran Sungai Amprong masuk dalam kewenangan BBWS Brantas.

Baca Juga: DPRD Kota Malang Soroti Penanganan Banjir, Drainase dan Infrastruktur Dinilai Belum Optimal

Sembari menunggu rencana penanganan jangka panjang, pihaknya akan memperketat pengawasan di sekitar Sungai Amprong.

”Pengawasan yang kami lakukan untuk memantau sedimentasi dan adanya pembuangan sampah sembarangan,” pungkas pejabat asal Kelurahan Bareng tersebut. (mel/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#banjir madyopuro #madyopuro #banjir malang #Pemkot Malang