MALANG KOTA – Menjelang Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang melakukan pengecekan terhadap kondisi hewan ternak. Tujuannya untuk memastikan kambing maupun sapi yang disembelih terbebas dari ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kepala Dispangtan Kota Malang Slamet Husnan Hariadi memaparkan, hingga kemarin (26/4) tidak ada laporan terkait hewan ternak terinfeksi virus PMK. Kasus terakhir ditemukan pada Januari lalu. Total ada dua ekor sapi di Lowokwaru yang terjangkit PMK, namun akhirnya dinyatakan sembuh.
”Selanjutnya tidak ada. Dalam tiga bulan terakhir ini, kami belum menerima laporan lagi,” ungkap Slamet.
Agar kondisi ternak tetap terjaga, pihaknya mendistribusikan vaksin PMK. Jumlahnya 1.000 dosis yang sudah didistribusikan sejak Februari lalu. Pendistribusian menyesuaikan arahan dari Dinas Peternakan (Disnak) Jatim.
”Kami menargetkan pada April ini distribusi vaksin PMK sudah rampung,” lanjut pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.
Selain vaksin PMK, dia melanjutkan, pihaknya juga mulai mengawasi lalu lintas hewan ternak. Terutama hewan ternak yang berasal dari luar Kota Malang. Hewan ternak yang masuk harus disertai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
Pengawasan akan semakin intensif beberapa hari menjelang Idul Adha.
”Nanti kalau sudah ada pedagang yang mulai membuka lapak, akan kami monitor bersama Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya dan Fakultas Peternakan (Faperta) UB,” terangnya.
Menurut Slamet, kerja sama dengan kampus rutin dilakukan setiap Idul Adha. Biasanya ada 600 mahasiswa yang dilibatkan untuk memastikan kondisi kesehatan ternak. Sementara terkait stok hewan ternak, dia mengatakan, sampai saat ini masih relatif berkurang. Terutama sapi lokal.
"Mungkin ini strategi peternak. Nanti setelah mendekati Idul Adha akan mulai ada lonjakan transaksi," pungkas pejabat Slamet.(mel/dan)
Editor : Mahmudan