Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bau Sampah di TPS Sulfat Malang Bikin Resah Warga

Andika Satria Perdana • Senin, 27 April 2026 | 17:48 WIB
Tumpukan sampah di TPS Sulfat
Tumpukan sampah di TPS Sulfat

 

MALANG KOTA – Aroma tak sedap menyeruak di sekitar Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sulfat. Masyarakat mengeluhkan bau tersebut. Oleh karena itu, Pemkot Malang menyiapkan opsi relokasi TPS yang berada di simpang Jalan Sulfat-Jalan Sunandar Priyo Sudarmo tersebut.

Pantauan wartawan koran ini kemarin (26/4), banyak sampah yang berserakan di depan TPS tersebut. Sering kali sampah menumpuk di tempat tersebut dalam waktu lama. Hingga sekitar pukul 10.00.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurahkmadi mengatakan, TPS Sulfat menjadi titik yang sering dikeluhkan. Padahal sudah masuk program revitalisasi tahun 2024 lalu, namun hal itu tidak berjalan dengan baik.

"Banyak laporan masyarakat yang masuk ke kami (kantor DPRD Kota Malang), terkait penumpukan sampah dan keterlambatan pengangkutan. Seperti di Sulfat, Merjosari dan Jalan Ikan Tombro," ujar Dito kemarin (26/4).

Menurutnya, Banyak TPS masih mengalami penumpukan karena sampah hanya diangkut sekali sehari. Padahal, lanjutnya, di beberapa lokasi dengan volume tinggi, pengangkutan seharusnya dilakukan lebih dari satu kali. Selain mengurangi keindahan kota, penumpukan sampah otomatis menciptakan bau tidak sedap.

Menanggapi keluhan masyarakat, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengatakan, pihaknya mempertimbangkan untuk merelokasi TPS Sulfat. Hal ini merupakan respons dari keluhan masyarakat dan sorotan DPRD Kota Malang.

Tak hanya soal bau, dia melanjutkan, keberadaan TPS Sulfat juga disorot karena lokasinya berdekatan dengan kawasan yang memiliki nilai religius. Yakni berdekatan dengan Makam Waliyullah Syekh Muhammad Sholeh. Serta lingkungan pesantren yang membutuhkan suasana kondusif.

"Berdasar pertimbangan tersebut, sudah ada usul untuk mencari tempat pengganti," ujar Raymond.

Namun pihaknya masih menunggu kepastian terkait lokasi pengganti. Proses tersebut bergantung pada ketersediaan lahan. Raymond tengah berkoordinasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Malang (BKAD).

"Jika alternatif lokasi sudah ditemukan, kemudian dilakukan pengecekan menyeluruh untuk memastikan kelayakan. Kami upayakan tetap berada di sekitar Sulfat," terangnya.(adk/dan)

Editor : Mahmudan
#sampah malang #malang hari ini #bau sampah