MALANG KOTA, RADAR MALANG - Toleransi terakhir diberikan Pemkot Malang untuk proses relokasi Pasar Induk Gadang (PIG). Prosesnya diminta rampung pada akhir bulan ini. Sebelumnya, mereka memberikan tenggat waktu relokasi pada 25 April.
Namun hingga 26 April hanya sebagian pedagang yang sudah pindah. Padahal, seluruh lapak di sisi timur harus segera dikosongkan untuk proses perbaikan jalan. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengakui belum seluruh pedagang menempati titik relokasi.
Padahal pemkot sudah memasang rencana proyek perbaikan jalan di lokasi. ”Kami ingin membuktikan perbaikan ini serius. Awal Mei sudah harus jalan,” kata dia. Untuk percepatan proses relokasi, Wahyu telah berkoordinasi dengan paguyuban pedagang.
Mereka meyakini akhir April ini seluruh pedagang di pinggir jalan sudah pindah. ”Kalau memang pedagang tidak bisa pindah sendiri, kami yang akan turun tangan,” tegasnya. Wahyu memastikan seluruh pedagang setuju untuk direlokasi. Dipastikan tidak ada kendala karena penolakan.
Menurut dia, relokasi bedak itu dilakukan secara swadaya. Sehingga kemungkinkan besar ada pedagang yang masih menunggu ketersediaan biaya. ”Mereka sudah tahu Mei sudah akan dibangun. Misalkan sampai batas akhir ini masih ada yang belum pindah, kami akan bantu proses pemindahannya,” tambah bapak satu anak tersebut.
Pekan ini, Wahyu bakal memantau progres relokasi setiap hari. Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Siraduhitta mengingatkan bahwa pedagang sudah mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk relokasi. Sehingga jika ada kendala, pemkot seharusnya membantu.
”Relokasi ini kolaborasi, pedagang sudah mau dipindah harus diapresiasi. Kami minta pemkot mendampingi jika mereka membutuhkan bantuan,” ucap Amithya. Dia meminta pemkot melakukan pendekatan yang humanis. Sebab, pedagang pasti ingin yang terbaik untuk tempat jualan mereka. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra